Bikin Resah, Polisi Selidiki Postingan Anonim Ancaman Rencana Pembunuhan Presiden Korsel
Dunia

Baru-baru ini, presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mendapatkan sebuah ancaman rencana pembunuhan meresahkan yang diposting secara anonim oleh seseorang lewat komunitas online.

WowKeren - Menyebarluaskan rencana untuk melakukan tindakan kriminal seperti hendak membunuh nyawa seseorang patut untuk diwaspadai. Tidak ada yang menyangka jika dari perencanaan itu dapat membahayakan orang-orang sekitar.

Masalah ini sedang diselidiki dengan serius oleh pihak kepolisian di Korea Selatan. Pada hari Minggu (7/8), polisi meluncurkan penyelidikan terhadap postingan di internet tentang rencana pembunuhan Presiden Yoon Suk Yeol.

Postingan tersebut dibocorkan pejabat setempat memiliki tulisan berjudul "Cara membunuh Yoon Suk Yeol". Ancaman tersebut diunggah di situs komunitas internet pada pukul 8.21 pagi tadi dengan penulis tak dikenal.

"Semua rencana telah ditetapkan," tulis penulis anonim tersebut. Tidak hanya itu, unggahannya juga meminta uang yang diperlukan untuk melaksanakan rencana tersebut.

Seorang netizen yang mengetahui postingan tersebut segera melaporkan ini kepada kepolisian terkait postingan tersebut sekitar pukul 09:50. Diketahui bahwa pengguna yang melaporkan tersebut mendatangi polisi di pusat kota Daejeon, sekitar 150 kilometer selatan Seoul.


Kini, pihak kepolisian sedang melacak siapa penulis ancaman pembunuhan tersebut. Seiring dengan laporan ini, belum dapat dipastikan apa motif dari penulis anonim tersebut membuat ancaman yang meresahkan.

Seperti diketahui, Yoon Suk Yeol terpilih sebagai Presiden Korea Selatan pada Maret 2022 lalu. Presiden Yoon sendiri sebelumnya merupakan seorang mantan jaksa agung Korea Selatan.

Partai oposisi konservatif tersebut memperoleh suara pemilih 77,1 persen. Ini termasuk rekor untuk pemungutan suara awal karena kuatnya minat dan pertaruhan kebijakan tinggi di negara berpenduduk sekitar 52 juta itu.

Perlu diketahui bahwa Presiden Yoon memutuskan untuk membuat kantor kepresidenan Korea Selatan agar berusaha keras untuk mengecilkan tuduhan bahwa ia menghindari pertemuan dengan Pelosi dalam upaya untuk menenangkan Tiongkok. Ketika Korea Selatan menavigasi persaingan yang meningkat antara mitra dagang terbesarnya dan Amerika Serikat, sekutu keamanan terbesarnya.

Namun, ketidakhadirannya yang mencolok di panggung global memicu kritik. Banyak pihak yang menuduh presiden konservatif Korea Selatan ini sengaja menghindari Pelosi karena khawatir akan pembalasan dari Beijing. Kunjungan kontroversialnya ke Taiwan pun meningkatkan ketegangan antara pulau yang memiliki pemerintahan sendiri dan Beijing.

(wk/taki)

You can share this post!