Kata Kemenlu Tiongkok Soal Latihan Militer Baru di Kawasan Taiwan: Di Perairan Kita Sendiri
Dunia

Sedianya, latihan militer Tiongkok di sekitar Taiwan dijadwalkan berakhir pada Minggu (7/8). Namun pada Senin (8/8) hari ini, Tiongkok justru mengumumkan latihan militer baru.

WowKeren - Pasca kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi, Tiongkok diketahui menggelar latihan militer di sekitar kawasan Taiwan. Adapun latihan militer ini sedianya dijadwalkan berakhir pada Minggu (7/8). Namun pada Senin (8/8), Tiongkok justru mengumumkan latihan militer baru di laut dan wilayah udara sekitar Taiwan.

Terkait dengan hal tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Tiongkok mengatakan bahwa Taiwan merupakan bagian dari Tiongkok. Dengan begitu, pihaknya menyebut bahwa Tiongkok melakukan latihan militer normal "di perairan kita sendiri" secara terbuka, transparan, dan profesional.

Melansir malaymail, departemen terkait diketahui juga telah mengeluarkan pengumuman pada waktu yang tepat, dan ini sejalan dengan hukum domestik dan internasional. Hal ini disampaikan oleh Wang Wenbin selaku Juru Bicara Kemenlu Tiongkok, pada konferensi pers reguler.

Saat disinggung mengenai latihan militer yang sedang berlangsung itu mematuhi hukuman internasional apakah peringatan baru untuk lalu lintas udara dan laut sipil akan dikeluarkan, Wang menuturkan bahwa departemen terkait mengumumkannya tepat waktu sesuai dengan hukum domestik dan internasional.


Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Tiongkok diketahui mempertahankan tekanan diplomatiknya pada AS, serta mempertahankan pembicaraan militer ke militernya sebagai protes atas kunjungan Pelosi ke Taiwan.

"Situasi tegang saat ini di Selat Taiwan sepenuhnya diprovokasi dan diciptakan oleh pihak AS atas inisiatifnya sendiri, dan pihak AS harus memikul tanggung jawab penuh dan konsekuensi serius untuk ini," ujar Jubir Kementerian Pertahanan Wu Qian dalam pernyataannya, dilansir melalui Reuters, Senin (8/8). "Intinya tidak bisa dipatahkan, dan komunikasi membutuhkan ketulusan."

Sebagai informasi, Tiongkok sendiri telah membatalkan pembicaraan formal yang melibatkan komando tingkat teater, koordinasi kebijakan pertahanan dan konsultasi maritim pada Jumat (5/8) lalu, ketika Pelosi meninggalkan wilayah tersebut.

Atas sikap Tiongkok itu, pejabat Pentagon, Departemen Luar Negeri dan Gedung Putih mengutuknya, dan menggambarkannya sebagai reaksi berlebihan yang tidak bertanggung jawab.

(wk/tiar)

You can share this post!

Artikel Terkait