Hujan Lebat di Korea Selatan Jadi Sorotan, Mengapa Gangnam Jadi Wilayah Rawan Banjir?
Yonhap
Dunia

Distrik Gangnam disebut lebih mungkin mengalami banjir bandang yang mana hal itu tak lepas dari kondisi Gangnam, yang mulanya adalah dataran berlumpur.

WowKeren - Hujan deras di Korea Selatan pada Senin (8/8) telah membanjiri area Seoul dan Provinsi Gyeonggi. Gangnam menjadi daerah yang paling parah terkena dampak di wilayah tersebut, yang juga sekaligus sebagai distrik perumahan makmur di ibu kota dan lingkungan sekitarnya.

Ini bukan pertama kalinya lingkungan di Seoul selatan dilanda banjir bandang akibat hujan lebat. Daerah tersebut pernah dilanda banjir setelah hujan deras pada bulan September 2010 dan Juli 2011.

Gangnam, melansir Korea Herald, lebih mungkin mengalami banjir bandang dibandingkan dengan bagian lain kota. Hal itu tak lepas dari kondisi Gangnam, yang mulanya adalah dataran berlumpur, rumah bagi beberapa desa yang jarang tersebar jauh sebelum Seoul menjadi kota metropolitan yang modern.


Gangnam terletak rendah di dekat sungai sehingga daerah itu rawan banjir. Seiring berjalannya waktu, Gangnam berubah menjadi kota yang penuh dibangun dengan aspal dan beton, dengan kondisi geologis yang sama. Lebih dari 75 persen tanah di Distrik Gangnam memiliki ketinggian lebih rendah dari 40 meter dengan sudut kemiringan tanah 5 persen.

Letak daerah di sekitar Stasiun Gangnam lebih rendah jika dibandingkan dengan distrik terdekat seperti Yeoksam-dong dan Seocho-dong. Kondisi ini menyebabkan wilayah itu lebih mudah menampung air hujan. Beberapa bagian diperkirakan memiliki ketinggian 10 meter lebih rendah dari daerah sekitarnya.

Administrasi Meteorologi Korea mengatakan hujan lebat pada Senin di selatan ibu kota lebih keras daripada daerah lain di kota itu. Tiga distrik Dongjak, Seocho, dan Gangnam membentuk apa yang disebut trio Gangnam. "Sabuk awan bergerak menuju bagian selatan Seoul, membawa lebih banyak hujan ke daerah itu," kata pejabat kepada Korea Herald.

Seorang pejabat senior di Pemerintah Metropolitan Seoul mengatakan jika pembangunan infrastruktur untuk mencegah banjir telah dilakukan. Konstruksi untuk terowongan banjir baru di dekat Banpo selesai pada Juni, namun infrastrukturnya saat ini tidak siap untuk menampung hujan Senin malam yang melebihi 110 milimeter per jam.

(wk/zodi)

You can share this post!

Artikel Terkait