Ahli Beber Penyebab Rekor Hujan di Seoul, Badan Cuaca Minta Waspada
Dunia

Hujan deras yang disebut mencapai rekor pada Senin (8/8) malam, membuat wilayah Seoul, Korea Selatan, banjir. Bahkan Badan Cuaca pun memprediksikan hujan deras akan kembali terjadi.

WowKeren - Hujan deras pada Senin (8/8) malam mengguyur kawasan Seoul, Korea Selatan. Akibatnya, terjadi banjir dan membuat banyak pengemudi terjebak di jalanan. Bahkan pada Selasa (9/8) pagi pun, lalu lintas terhalang oleh banyaknya mobil yang ditinggalkan oleh para pengendaranya.

Curah hujan yang berlangsung saat itu bahkan disebut sebagai yang terburuk dalam 80 tahun. Kini, para ahli pun membeberkan penyebab hujan yang memecahkan rekor pada Senin (8/8) itu disebabkan oleh formasi pita hujan yang tidak biasa di atas Semenanjung Korea, dengan lebih banyak hujan di jalan.

Sebagai informasi, pada setiap tahunnya, Korea Selatan memang mengalami hujan lebat pada periode antara Juli dan Agustus, di mana hampir dua pertiga curah hujan tahunan terjadi. Menurut para ahli, sebuah pita hujan pada umumnya datang antara Juni dan Juli, sementara yang lain mungkin terjadi pada akhir Agustus atau awal September.

Namun datangnya pita hujan kedua yang datang pada awal Agustus, terutama yang lebih kuat dari yang pertama itu disebut agak tidak biasa. Para ahli lantas mengatakan bahwa pita hujan terbaru tidak biasa karena terbentuk berbeda dari yang biasanya dibuat selama musim panas.

Sementara itu, pada Selasa (9/8), Administrasi Meteorologi Korea mengatakan bahwa hujan deras diperkirakan akan berlanjut sepanjang Jumat di Seoul dan di kota-kota lain yang sudah dilanda bencana di negara itu.


Peringatan badan cuaca yang dikelola oleh negara itu membuat pihak berwenang setempat waspada terhadap kemungkinan kerusakan tambahan setelah hujan deras memicu banjir bandang dan tanah longsor pada Senin malam, yang mengakibatkan sedikitnya delapan kematian.

Menurut Badan Cuaca, curah hujan akan terkonsentrasi di wilayah tengah dari Selasa hingga Kamis, karena dua massa udara besar, satu dingin dan kering datang dari utara dan lainnya hangat dan lembab dari selatan, bertabrakan di atas bagian tengah Korea Selatan. Sementara bagian depan stagnan yang terbentuk oleh ini diperkirakan akan mempengaruhi wilayah selatan pada hari Jumat.

Selanjutnya, wilayah Greater Seoul akan mengalami 100-300 milimeter lebih banyak hujan hingga Kamis sementara Provinsi Gyeonggi selatan dan Provinsi Gangwon akan mengalami curah hujan lebih dari 350 milimeter.

"Kita harus benar-benar siap untuk potensi kerusakan yang dapat disebabkan oleh hujan tambahan di wilayah metropolitan Seoul dan Provinsi Gangwon dan memperhatikan manajemen fasilitas dan bahaya yang berasal dari hembusan, guntur, dan kilat," beber KMA.

Selain itu, KMA juga menyerukan kehati-hatian ekstra, khususnya, di tanah yang lembek akibat hujan yang terus berlanjut. Pihaknya menambahkan ada kemungkinan besar keruntuhan terjadi di lokasi konstruksi dan di lereng.

"Mereka yang berada di daerah yang diperkirakan akan longsor harus pindah ke tempat yang aman karena hujan terus menerus telah melemahkan tanah," tutup KMA.

(wk/tiar)

You can share this post!

Artikel Terkait