Polri Beber Peran Intel Dalam Kasus Brigadir J, Istri Ferdy Sambo Dinilai Kurang Kooperatif
Nasional
Penembakan Brigadir J

Setelah penetapan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus tewasnya Brigadir J, Polri pun membeberkan peran penting intelijen. Di sisi lain, Istri Sambo juga turut diperiksa.

WowKeren - Kasus kematian Brigadir J semakin menemukan titik terang. Sebelumnya, mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Brigadir J, dan kini telah ditahan di Mako Brimob.

Kini Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi Maryoto mengungkap peran penting dari Badan Intelijen Keamanan Polri atau Baintelkam Polri dalam pengusutan kasus tewasnya Brigadir J hingga akhirnya Timsus Polri bisa menetapkan Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan berencana.

Pada awalnya, Agung menyampaikan bahwa kesadarannya akan kinerja Timsus yang dibentuk Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo itu mendapat sorotan. Ia juga menyadari bahwa Timsus Polri dinilai tidak bergerak untuk mengungkap tabir misteri kasus meninggalnya Brigadir J yang sebelumnya disebut diakibatkan karena terlibat baku tembak dengan Bharada E.

"Kemudian Bapak Kapolri selalu menekankan pada saat rapat, beliau menyampaikan kedepankan scientific crime investigation. Saya memahami kepada para media dan masyarakat selama 1 minggu dibentuk, kami memahami seolah-olah Timsus tidak bergerak, kami memahami itu," beber Agung dalam jumpa pers, Selasa (9/8).

Agung lantas menerangkan bahwa Timsus Polri selama ini sebenarnya terus bergerak menelusuri apa yang sesungguhnya terjadi. Akan tetapi, pengusutan itu disebut sempat terkendala lantaran pelaksanaan olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak profesional.


Lebih lanjut, Agung mengungkapkan bahwa selama satu pekan Timsus bergerak, kemudian mendapatkan informasi dari Baintelkam Polri, yang mana menemukan sejumlah personel polisi bergerak mengambil dan merusak CCTV di lokasi kejadian.

Setelah mendapat informasi dari Baintelkam, kemudian Irwasum pun bergerak dan langsung membuat surat perintah gabungan untuk memeriksa 56 personel Polri yang diduga menghambat proses penyidikan kasus tewasnya Brigadir J.

Di sisi lain, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyebut bahwa istri dari Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, kurang kooperatif dalam memberikan keterangan terkait kasus Brigadir J. Hal ini disampaikan oleh Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo.

Hasto lantas mengatakan bahwa pihaknya telah bertemu langsung dengan Putri sebanyak dua kali untuk melakukan asesmen dan investigasi. Namun dari dua pertemuan tersebut, ia mengungkapkan bahwa Putri tidak memberikan keterangan apapun kepada LPSK.

Maka dari itu, Putri dinilai tetap tidak kooperatif, sehingga besar kemungkinan LPSK akan membatalkan permohonan perlindungan yang telah diajukan beberapa waktu lalu. Meski begitu, bila yang bersangkutan hendak kembali mengajukan permohonan perlindungan, hal tersebut masih memungkinkan untuk dilakukan.

(wk/tiar)

You can share this post!

Artikel Terkait