Kedah Fashion Week Malaysia Ramai Disorot Gegara Ada Model Berpakaian Minim
Dunia

Komite Kesehatan dan Pemerintah Daerah Kedah mengatakan jika penyelenggara KFW2022 akan dimintai keterangan karena menyertakan model yang berpakaian minim.

WowKeren - Penyelenggara Kedah Fashion Week 2022 (KFW2022) Malaysia baru-baru ini menuai hujatan terkait pakaian salah satu tamunya yang dianggap tidak pantas. Seorang tamu dilaporkan muncul untuk acara tersebut tanpa mengenakan bra.

Foto-foto wanita yang tidak disebutkan namanya itu mulai beredar di media sosial pada Selasa (9/8), yang tampak mengenakan setelan jas hijau tanpa atau bra. KFW2022 digelar selama tiga hari di mal Aman Central di Alor Setar yang berakhir pada Minggu (7/8).

Unggahan tersebut ramai menjadi perbincangan ketika para pengguna media sosial mempermasalahkan pakaian wanita itu. Mereka menyebut itu tidak pantas untuk konteks lokal Malaysia. Bahkan ada pengguna yang mempertanyakan jenis kelamin asli wanita tersebut.

"Ini Kedah, bukan Paris atau Met Gala," kata salah satu pengguna. "Wanita sejati tidak akan begitu berani untuk memamerkan 'aset' mereka," sahut yang lain.


Namun rupanya, hal yang lebih mengejutkan adalah bahwa Kedah memiliki pekan mode sendiri. Ketua Komite Kesehatan dan Pemerintah Daerah Kedah Datuk Dr Mohd Hayati Othman mengatakan penyelenggara KFW2022 akan dimintai keterangan karena menyertakan model berpakaian minim di acara tersebut.

Othman menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak menerima permohonan pengajuan atau apa pun terkait penyelenggaraan acara tersebut. Mereka akan segera memanggil pihak penyelenggara.

"Penyelenggara tidak mengajukan izin juga tidak mendapat izin (untuk mengadakan acara) dari otoritas setempat," kata mereka. "Kami akan memanggil penyelenggara, meminta penjelasan, dan mengambil tindakan yang diperlukan (terhadap mereka)."

Sementara itu pihak mal, Aman Central, mengeluarkan permintaan maaf atas masalah tersebut. Dalam pernyataannya, pihak mal mengklarifikasi bahwa acara internal itu telah berlangsung sejak tahun 2016.

"Kami ingin mengklarifikasi bahwa manajemen memang menyarankan semua tamu untuk memakai pakaian dengan benar namun tantangannya tidak dapat diatasi, oleh karena itu kami ingin meminta maaf," katanya. “Kami ingin mengklarifikasi bahwa acara tersebut tidak terkait dengan pemerintah negara bagian Kedah dengan cara apa pun, tetapi merupakan acara internal mal yang telah berlangsung sejak 2016."

(wk/zodi)

You can share this post!

Artikel Terkait