Menteri Negara Bagian India Bermata Sipit Respons Stereotip 'Small Eyes' Lewat Lelucon Pedas
Dunia

Seorang Menteri bermata sipit dari negara bagian India membuat lelucon mengenai stereotip 'mata kecil' di negaranya. Ia juga mengungkap pengalaman 'diskriminatif' dari rekan senegaranya sendiri.

WowKeren - Rasisme masih jadi salah satu isu sensitif yang memicu permasalahan di berbagai belahan dunia. Suku, ras, agama, kepercayaan, asal seseorang tak jarang jadi bahan objek diskriminasi. Namun respons berbeda diberikan oleh seorang politisi India yang tampaknya juga menghadapi diskriminasi karena masalah rasial.

Melansir Mothership.sg, seorang politisi India di negara bagian Nagaland di timur laut telah membuat gelombang di media sosial untuk posting lucu dan pidato bijaksana yang mengolok-olok penampilan fisiknya sendiri, dan penghinaan kecil dari orang lain. Ia adalah Temjen Imna Along, Menteri Pendidikan Tinggi dan Urusan Kesukuan di pemerintahan negara bagian Nagaland, yang berbatasan dengan Myanmar di sebelah timur.

Bio Twitter-nya menyatakan bahwa Along adalah "presiden negara bagian, BJP Nagaland", merujuk pada Partai Bharatiya Janata (BJP) berkuasa yang saat ini memerintah India.

Imna Along menjadi viral untuk video ringan dan mencela diri sendiri di mana ia merujuk pada mata sipitnya. CNBC TV 18 melaporkan bahwa dia mengomentari "stereotip" orang India dari timur laut. Namun, Imna Along membalikkan hinaan itu di kepala mereka.


Along menyebut bahwa dengan mata kecilnya, "lebih sedikit kotoran" masuk ke dalamnya. mata sipit miliknya itu juga berguna dalam pertemuan panjang karena dia bisa tertidur dan masih terlihat seperti sedang memperhatikan.

Dalam video yang sama, Imna Along menceritakan kunjungan sebelumnya ke Taj Mahal pada 1999. Di akhir antrian panjang yang penuh dengan "rekan senegaranya", dia berkata bahwa dia dibawa ke konter terpisah dan diminta untuk membayar "20 dolar", jumlah yang besar untuknya pada masa itu.

Ketika dia memberi tahu staf bahwa dia berasal dari Nagaland, mereka tampaknya tidak tahu di mana lokasinya, dan bertanya apakah itu dekat "Swiss atau Finlandia."

Along menambahkan dia tidak pernah melupakan hari itu. Ia mengatakan bahwa "langkah inklusi" penting untuk persatuan negara, dan untuk generasi mendatang. Imna Along juga aktif di Twitter, di mana ia menge-tweet dalam bahasa Inggris dan Hindi.

(wk/amel)

You can share this post!

Artikel Terkait