Salju di Jalur Pegunungan Swiss Terancam Hilang Sepenuhnya dalam Beberapa Minggu
Unsplash/Danilo Capece
Dunia

Lintasan antara Scex Rouge dan Tsanfleuron yang telah membeku sejak era Romawi terus mencair hingga memunculkan bebatuan yang gundul di antara keduanya.

WowKeren - Gelombang panas yang melanda Eropa telah memberikan dampak yang meluas di wilayah itu. Lapisan es tebal yang menutupi celah gunung Swiss selama berabad-abad disebut akan mencair sepenuhnya dalam beberapa minggu ke depan, sebagaimana dikatakan oleh resor ski setempat.

Setelah musim dingin yang kering, gelombang panas musim panas yang melanda Eropa telah menjadi bencana besar bagi gletser Alpine, yang juga telah mencair pada tingkat yang lebih cepat. Lintasan antara Scex Rouge dan Tsanfleuron telah membeku setidaknya sejak era Romawi.

Namun, lantaran kedua gletser di kedua tempat itu sudah mulai mencair, bebatuan yang gundul dari pegunungan yang terletak di antara keduanya kini telah mulai muncul. Lokasi itu disebut akan benar-benar kehilangan lapisan esnya bahkan sebelum musim panas berakhir.


"Jalur itu akan sepenuhnya berada di udara terbuka dalam beberapa minggu," kata resor ski Glacier 3000 dalam sebuah pernyataan. Tak hanya itu, tanah di bawah es setebal 15 meter pada tahun 2012 itu akan sepenuhnya muncul kembali pada September.

Punggungan itu berada di ketinggian 2.800 meter di wilayah ski Glacier 3000 dan secara efektif menandai perbatasan antara kanton Vaud dan Valais di Swiss barat. Pemain ski biasanya bisa meluncur di atas gletser dari satu gletser ke gletser lainnya. Namun sekarang muncul sebongkah batu di antara keduanya, dan menyisakan sisa lapisan es terakhir.

Ahli gletser Mauro Fischer, seorang peneliti di Universitas Bern, mengatakan hilangnya ketebalan gletser di wilayah tersebut akan memiliki rata-rata tiga kali lebih tinggi tahun ini dibandingkan dengan 10 musim panas terakhir.

Sementara itu, pencairan gletser yang dipicu oleh terus melonjaknya suhu telah menyebabkan pegunungan salju mengungkap 'rahasia' yang terkubur di dalamnya. Hiker menemukan dua sisa kerangka manusia tak dikenal dan puing-puing pesawat yang hilang selama lebih dari setengah abad di kanton selatan Valais. Dario Andenmatten, sipir pondok gunung Britannia, memperkirakan orang itu telah meninggal sekitar tahun 1970-an atau 80-an.

(wk/zodi)

You can share this post!

Artikel Terkait