CDC Longgarkan Pedoman di AS, Kontak Erat COVID-19 Tak Lagi Harus Karantina
Dunia
Pandemi Virus Corona

Perubahan ini didorong oleh perkiraan sekitar 95 persen orang Amerika yang berusia 16 tahun ke atas telah memperoleh beberapa tingkat kekebalan, baik dari vaksinasi atau infeksi COVID-19.

WowKeren - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melonggarkan pedoman COVID-19 mereka pada Kamis (11/8). Salah satunya adalah mencabut rekomendasi bagi warga Amerika yang menjadi kontak erat pasien COVID-19 untuk mengkarantina diri.

Selain itu, CDC juga menyatakan bahwa orang-orang tak perlu lagi menjaga jarak setidaknya 6 kaki alias 1,8 meter dari orang lain. Perubahan ini didorong oleh perkiraan sekitar 95 persen orang Amerika yang berusia 16 tahun ke atas telah memperoleh beberapa tingkat kekebalan, baik dari vaksinasi atau infeksi COVID-19.

"Kondisi pandemi saat ini sangat berbeda dari dua tahun terakhir," ujar Greta Massetti dari CDC.

Diketahui, banyak tempat di AS yang telah mengabaikan imbauan social distancong dan tindakan pencegahan umum lainnya sejak lama. Namun beberapa perubahan pedoman CDC ini bisa menjadi sangat penting untuk sekolah yang kembali menggelar kelas tatap muka bulan ini.

Salah satu perubahan besar terkait pendidikan adalah berakhirnya rekomendasi untuk sekolah agar melakukan tes rutin setiap hari. Namun para pejabat mengatakan rekomendasi tersebut bisa saja diterapkan kembali dalam situasi tertentu kala ada lonjakan infeksi.


Selain itu, CDC juga telah membatalkan rekomendasi "test-to-stay". Rekomendasi itu membuat siswa yang sempat melakukan kontak erat dengan pasien COVID-19 dapat melakukan tes rutin, alih-alih dikarantina di rumah, untuk tetap bersekolah.

Karena CDC sudah menghapus rekomendasi karantina untuk kontak erat COVID-19, maka opsi testing juga turut menghilang. Adapun penggunaan masker masih tetap direkomendasikan hanya di daerah di mana penularan masyarakat dianggap tinggi, atau jika seseorang dianggap berisiko tinggi terkena penyakit parah.

Distrik sekolah di seluruh AS telah mengurangi tindakan pencegahan COVID-19 mereka dalam beberapa pekan terakhir bahkan sebelum pedoman terbaru ini dikeluarkan. Beberapa sekolah telah berjanji akan kembali ke kondisi pra-pandemi.

Masker akan menjadi opsional di sebagian besar distrik ketika kelas tatap muka dilanjutkan pada musim gugur ini. Beberapa distrik terbesar di negara itu telah membatalkan atau menghilangkan persyaratan pengujian COVID-19.

Federasi Guru Amerika yang merupakan salah satu serikat guru terbesar di AS, menyambut baik panduan tersebut.

"Setiap pendidik dan setiap orang tua memulai setiap tahun ajaran dengan harapan besar, dan tahun ini lebih dari itu," kata Presiden Federasi Guru Amerika Randi Weingarten. "Setelah dua tahun ketidakpastian dan gangguan, kami membutuhkan satu tahun senormal mungkin sehingga kami dapat benar-benar fokus pada apa yang dibutuhkan anak-anak."

(wk/Bert)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait