Baju Prewed Adik Maudy Ayunda Kaya Nilai Seni, Detail Busana Terinspirasi Dari Dua Hal Menakjubkan
Instagram/akhairunnisa
Selebriti

Adik Maudy Ayunda ikut jadi sorotan usai pamerkan konsep foto prewedding dengan kekasih bulenya. Dan tak disangka, dibalik busana prewed keduanya ternyata kaya akan nilai seni. Mengingat busana mereka rupanya penggabungan dua konsep menakjubkan.

WowKeren - Tak cuma Maudy Ayunda dan Jesse Choi, kisah asmara Amanda Khairunnisa pun tak luput menjadi sorotan. Adik Maudy tersebut belum lama ini telah memamerkan potret prewedding dengan kekasih bulenya yakni Tavan Dutton.

Sejauh ini, Amanda miliki dua konsep dalam foto preweddingnya. Pada konsep pertama ia mengusung tema bak puteri keraton. Sedang pada konsep kedua Amanda dan Tavan tampil dengan kenakan busana serba merah.

Dan tak disangka, di balik busana prewed Amanda kedua ini menyimpan nilai-nilai seni yang mendalam. Hal ini dibeberkan secara detail oleh desainer ternama Tanah Air Didiet Maulana.

Didiet tegaskan di awal kalimat bahwa konsep yang diusung dalam busana Amanda dan Tavan terinspirasi dari dua hal yang menakjubkan yakni penggabungan antara busana peranakan dan international. "The Beauty In Diversity. Tavan dan Manda berbusana yang terinspirasi dari busana peranakan dan inspirasi internasional," tulis Didiet seraya bagikan foto Amanda dan Tavan.

"Warna merah maroon dipilih karena mewakili persona Amanda yang bold namun anggun. Manda memakai kebaya A-Line inspirasi busana peranakan yang merupakan pencampuran budaya antara Cina dan Indonesia," sambungnya lagi.


Photo-INFO

Instagram

Bahkan kain batik tulis yang dikenakan oleh Amanda dibuat langsung oleh pembatik Lasem. Simbol ganggang dan bunga miliki makna yang cukup mendalam. Aksesoris di rambut yang Amanda pakai pun bukanlah sembarang aksesoris.

"Pada slide kedua, Manda memakai kain batik tulis tiga negeri Lasem yang dibuat oleh pembatik di Lasem. Motif Ganggang dan Bunga yang menjalar melambangkan keindahan dan proses kehidupan. Manda mengenakan aksesoris hiasan rambut antik emas dari tahun 1930an," jelas Didiet Maulana.

Sedangkan untuk busana Tavan sendiri merupakan perpaduan dari Eropa dan Sumatera. Menurut penuturan Didiet, gaya busana Tavan melambangkan perwakilan inspirasi tanah Melayu.

"Tavan memakai kemeja kerah tinggi terinspirasi dari busana pria artistokrat Eropa yang dipadukan dengan blazer yang saya ambil bentuknya dari model jas "Roki" Sumatera. Sebuah presentasi perwakilan inspirasi tanah Melayu," pungkasnya.

(wk/devi)

You can share this post!

Related Posts