Indonesia Perlu Ikut Waspada Terkait Virus Langya dari Tiongkok, Epidemiolog: Rawan
Nasional

Teridentifikasi virus Langya baru di Tiongkok yang diduga menular dari hewan ke manusia. Indonesia yang memiliki kondisi mirip dengan Tiongkok pun diminta untuk ikut waspada.

WowKeren - Lagi, virus baru yang ditularkan dari hewan ke manusia teridentifikasi di Tiongkok. Para ilmuwan di Asia berhasil mengidentifikasi virus baru Langya henipavirus (LayV) yang mengakibatkan demam parah itu di Tiongkok timur. Epidemiolog pun menyebut Indonesia harus ikut mewaspadai virus tersebut.

"Kehadiran atau timbulnya penyakit yang berasal dari hewan atau zoonosis ini, merupakan ancaman terhadap kesehatan global dan nasional," ujar Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman, dalam pesan suara di Jakarta, melansir Republika.co.id.

Pasalnya kemunculan virus Langya ini bisa menjadi ancaman global. Apalagi kini hanya 9 kasus virus Langya di Tiongkok yang berhasil diracing dari total 35 kasus.

"Hanya sembilan kasus yang berhasil di-tracing dan itu ditemukan kurang lebih 15-an yang keluarganya positif, maksudnya di-tracing terbukti ada penularan dari keluarga dekatnya. Tapi sisanya belum sempat di-tracing atau dipastikan apakah ada potensi penularan atau tidak, jadi datanya belum solid," ungkapnya.


Karena itu, Dicky meminta semua pihak waspada. Pasalnya, meski belum ditemukan kasus parah mulai dari masuk ICU hingga kematian, 75 persen penyakit manusia berasal atau disebabkan oleh hewan hingga kemudian menular ke orang lain.

Indonesia juga harus waspada karena dinilai berada dalam posisi rawan. Dicky menilai Indonesia memiliki wilayah yang mirip dengan Tiongkok. Indonesia yang masuk dalam kawasan Indo-China merupakan negara yang ada di zona rawan terjadinya berbagai penyakit dari hewan.

"Indonesia sendiri memiliki yang mirip seperti China baik kondisi lingkungan ataupun dilihat dari perilaku masyarakat, kebijakan dan sistem kesehatannya karena masih berhubungan erat dengan sejumlah jenis hewan, sehingga negara berada pada posisi yang dapat dikatakan rawan," terang Dicky.

Dikcy menyarankan agar pemerintah tak hanya fokus pada program-program kesehatan untuk manusia saja, tapi juga untuk hewan. Karena hewan juga punya potensi menularkan penyakitnya ke manusia.

"Artinya kita harus benar-benar memperbaiki dan mengkaji ulang sistem deteksi kita. Bukan hanya pada manusia, tapi juga pada hewan di alam liar," pungkasnya.

(wk/amel)

You can share this post!

Artikel Terkait