Pengunjung Panik dan Berusaha Kabur Kala IKEA di Shanghai Mendadak Di-Lockdown
Twitter
Dunia
Pandemi Virus Corona

IKEA Xuhui di Shanghai ditutup sementara pada Minggu (14/8) dan Senin (15/8) sebagai respons pedoman pencegahan epidemi. Toko tersebut akan dibuka kembali pada Selasa (16/8).

WowKeren - Para pengunjung IKEA di Shanghai panik ketika otoritas kesehatan setempat memerintahkan toko tersebut untuk di-lockdown pada Sabtu (13/8). Video yang beredar menunjukkan para pengunjung berupaya melarikan diri dan berteriak demi bisa keluar dari gedung sebelum pintu dikunci.

Dalam video yang beredar di media sosial, sebuah pengumuman yang mengatakan para pejabat meminta pusat perbelanjaan untuk segera ditutup dan menghentikan orang masuk atau keluar dapat terdengar di dalam IKEA. Ketika penjaga keamanan dan petugas kesehatan dengan alat pelindung diri mencoba menutup pintu untuk mencegah orang keluar, lusinan orang berteriak dan mendorongnya sampai mereka bebas.

Salah seorang pengunjung mengunggah pengalamannya di platform berbagi video Douyin. Menurutnya, para pengunjung yang tidak berhasil keluar disegel di dalam toko sejak jam 8 malam hingga mereka dipindahkan ke hotel karantina pada tengah malam.


Otoritas kesehatan Shanghai mengatakan bahwa mereka memberlakukan "langkah-langkah pengendalian sementara" di toko itu usai seorang kontak dekat COVID-19 diketahui sempat berada di toko tersebut. Namun tak dijelaskan kapan kontak dekat seorang anak laki-laki berusia 6 tahun yang terinfeksi tanpa gejala itu berada di toko.

Wakil Direktur Komisi Kesehatan Shanghai, Zhao Dandan, mengatakan bahwa semua orang di IKEA dan daerah lain yang terkena dampak perlu dikarantina selama dua hari. Setelah itu, mereka juga perlu melakukan pengawasan kesehatan selama lima hari

Sementara itu, IKEA Xuhui di Shanghai ditutup sementara pada Minggu (14/8) dan Senin (15/8) sebagai respons pedoman pencegahan epidemi. Toko tersebut akan dibuka kembali pada Selasa (16/8).

Adapun lockdown kilat ini merupakan bagian dari strategi nol COVID-19 di Tiongkok. Langkah tersebut sempat beberapa kali menyebabkan kepanikan di seluruh negeri. Sebagai contoh, penduduk di Shenzhen, Chengdu, hingga pulau Hainan telah memanjat pagar, berlari ke pantai dan keluar dari gedung kantor setelah mengetahui bahwa lockdown akan diberlakukan.

(wk/Bert)

You can share this post!

Artikel Terkait