Malaysia Disebut Tertarik Pelajari Legalisasi Ganja Medis, Bakal Susul Thailand?
Pixabay
Dunia
Legalisasi Ganja Medis

Seperti yang diketahui, Thailand telah melegalkan ganja untuk keperluan medis. Hal ini rupanya membuat Malaysia tertarik untuk mempelajari kebijakan tersebut.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, Thailand telah melegalkan ganja untuk keperluan medis. Hal ini lantas menjadikan Thailand sebagai negara di Asia Tenggara pertama yang melegalkan ganja.

Hal tersebut rupanya membuat Malaysia ingin mempelajari kebijakan tersebut. Melansir Bangkok Post, Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand, Anutin Charnvirakul mengatakan bahwa pihaknya tengah menantikan kunjungan mitranya dari Malaysia.

Anutin mengatakan bahwa Malaysia telah menyatakan minatnya untuk mempelajari model Thailand dalam hal melegalkan ganja untuk penggunaan medis. Ia mengungkapkan setelah bertemu dengan Duta Besar Thailand, HE Dato Jojie Samuel mereka juga membahas rincian perjalanan Menteri Kesehatan Masyarakat Malaysia, Khairy Jamaluddin untuk menghadiri KTT Kerja sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC).

Anutin membeberkan bahwa Jamaluddin telah menyatakan minatnya untuk mempelajari kebijakan ganja Thailand selama Majelis Kesehatan Dunia ke-75 pada bulan Mei lalu, saat Malaysia mempertimbangkan untuk mengesahkan undang-undang serupa.


Menanggapi hal tersebut, Anutin menyampaikan bahwa Kementerian berencana untuk membawa Jamaluddin dalam tur mariyuana medis guna mempelajari ekstraksi cola ganja atau bunga bergerombol untuk tujuan kesehatan. Ia lantas menyebut bila nanti Malaysia mengikuti jejak Thailand, maka menjadi titik keberhasilan dalam membawa ganja ke dalam sistem medis.

"Jika Malaysia bergabung dengan Thailand dalam melegalkan ganja untuk penggunaan medis, meskipun tetangga kami memiliki undang-undang narkotika yang jauh lebih keras daripada Thailand, saya percaya itu," ujar Anutin dilansir dari Bangkok Post, Selasa (16/8).

Anutin kemudian menekankan meski Thailand saat ini telah melegalkan ganja, namun hal tersebut hanya diperuntukkan bagi penggunaan medis. Ia pun menegaskan bahwa kementerian tidak menyetujui penggunaan rekreasi dan telah meluncurkan peraturan lebih lanjut yang melarang ganja publik yang salah diambil di tempat umum.

Sementara itu, Komite DPR yang meneliti RUU tentang ganja dan rami diperkirakan akan menyelesaikan pekerjaan RUU itu minggu ini sebelum mengajukannya untuk disetujui di parlemen dan dukungan kerajaan. Anutin mengungkapkan bahwa jumlah pasien yang dirawat dengan gejala sakit terkait penggunaan ganja telah menurun di rumah sakit umum.

"Ini menunjukkan bahwa lebih banyak orang telah mengakui cara yang tepat untuk menggunakan ganja," jelas Anutin. "Mulai sekarang staf medis dapat secara terbuka meresepkan obat berbasis ganja dan pasien dapat dengan aman mengandalkan pengobatan ganja."

(wk/tiar)

You can share this post!

Artikel Terkait