Jadi Kasus Pertama, Anjing Tertular Cacar Monyet dari Dua Pria yang Tinggal Serumah
pixabay.com/Ilustrasi/Bergadder
Dunia
Wabah Cacar Monyet

Setelah tes DNA, peneliti mengidentifikasi virus yang menginfeksi kedua pria dan anjing itu adalah cacar monyet. Anjing itu mengidap jenis cacar monyet yang sama dengan pemiliknya.

WowKeren - Prancis telah melaporkan kasus pertama penularan virus cacar monyet dari manusia ke anjing. Sebuah jurnal medis, The Lancet, telah melaporkan dengan bukti bahwa anjing itu mulai menunjukkan gejala terkena virus 12 hari setelah dua pria yang tinggal bersamanya terinfeksi.

Kedua pria itu dikonfirmasi terinfeksi cacar monyet pada Juni. CNN melaporkan bahwa kedua pria itu hidup bersama dan berada dalam hubungan non-eksklusif.

Adapun anjing yang terinfeksi adalah jenis greyhound Italia jantan berusia empat tahun, yang tidak memiliki gangguan medis sebelumnya. Dia dinyatakan positif setelah menunjukkan gejala seperti lesi dan pustula di perutnya.

Setelah tes DNA dilakukan, para peneliti mengidentifikasi bahwa virus yang menginfeksi kedua pria dan anjing itu adalah cacar monyet. Anjing itu dinyatakan positif mengidap jenis cacar monyet yang sama dengan salah satu pemiliknya.


Setelah kedua pria tersebut mengalami gejala, mereka terus tidur dengan anjing mereka di tempat tidur yang sama. "Temuan kami akan memicu perdebatan tentang perlunya mengisolasi hewan peliharaan dari individu yang positif virus cacar monyet," bunyi laporan itu.

Sebelumnya, perihal penularan virus dari manusia ke hewan telah diperingatkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat. Dalam panduannya, mereka mengatakan jika penyebaran virus dapat berlangsung dua arah.

Oleh sebab itu, mereka yang terinfeksi disarankan untuk menghindari membelai, memeluk, atau mencium hewan peliharaan mereka dan tidak berbagi tempat tidur dan makanan. Hewan peliharaan yang menderita cacar monyet pada umumnya akan menunjukkan tanda-tanda seperti lesu, kurang nafsu makan, batuk, sekresi hidung atau kerak, kembung, demam, kata CDC.

Rosamund Lewis selaku pimpinan teknis pada respons cacar monyet untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa penularan dari manusia ke hewan telah menjadi risiko teoretis. "Ini bukan informasi yang mengejutkan, dan itu adalah sesuatu yang kami waspadai," katanya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts