Limbah dan Sampah Cemari Sungai Paling Suci di Nepal
pixabay.com/Ilustrasi/chitradeep
Dunia

Sungai Bagmati telah lama digunakan untuk melakukan ritual keagamaan. Orang-orang juga secara tradisional memercikkan air sungai di rumah mereka untuk pemurnian.

WowKeren - Tetesan air murni yang jatuh dari Gunung Himalaya telah lama diyakini memiliki kekuatan untuk memurnikan jiwa. Dari hulu sungai Bagmati, air kemudian menuruni bukit melewati hutan hijau dan menyatu dengan saluran air lainnya, mengairi sawah, sayuran, dan tanaman lain.

Namun ketika Bagmati mencapai lembah Kathmandu, warnanya berubah dari bening menjadi coklat dan kemudian menjadi hitam. Tak hanya itu, alirannya juga tersumbat oleh puing-puing, isinya tidak dapat diminum dan bahkan tidak cocok untuk membersihkan.

Bagmati telah dianggap sebagai sungai paling suci di Nepal. Namun sampah dan limbah mentah yang dibuang langsung ke saluran air telah membuat kondisinya memburuk.

Bagmati, melansir Al Jazeera, kini bahkan telah menjadi yang paling tercemar di Nepal. Lumpur Bagmati juga mengalir melewati beberapa situs suci, termasuk kuil Pashupatinath, yang dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1979.


Sungai Bagmati telah lama digunakan untuk melakukan ritual keagamaan. Keluarga telah lama membawa mayat orang-orang terkasih ke tepi sungai ini untuk membasuh kaki jenazah dengan air sungai. Praktik ini diyakini bisa menghapus dosa seseorang. Umat Hindu berduyun-duyun ke tepi sungai di Kathmandu untuk beribadah di kuil dan merayakan festival. Saat Rishi Panchami datang, hari untuk pemujaan tujuh orang bijak, banyak wanita berenang di sungai itu.

Namun kini, orang-orang yang meninggal tak lagi dibersihkan dengan air sungai, melainkan dengan air murni yang dibeli di toko. Mithu Lama, yang telah bekerja dengan suaminya di tempat kremasi Teku Ghat, mengatakan, "Sekarang itu tidak dilakukan lagi. Airnya sangat kotor dan bau. Orang-orang dipaksa untuk membawa air kemasan dan melakukan ritual."

Padahal, sungai itu penting bagi umat Buddha, banyak di antaranya mengkremasi mayat di tepi sungai Bagmati. Orang-orang juga secara tradisional mengumpulkan air sungai untuk dipercikkan di rumah mereka untuk memurnikan.

Meski ratusan relawan berusaha memungut sampah dari sungai namun gangguan layanan pengumpulan sampah mendorong lebih banyak pembuangan ke sungai. Selain itu, ribuan orang telah membangun gubuk dan rumah bata secara ilegal di sepanjang sungai.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts