Mantan Eksekutif Olimpiade Tokyo Ditangkap Terkait Dugaan Suap
Dunia
Olimpiade Tokyo

Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo tahun lalu tak lepas dari kontroversi, mengingat acara tersebut banyak ditentang lantaran dunia masih dalam keadaan pandemi COVID-19.

WowKeren - Jaksa pada Rabu (17/8) telah menangkap seorang mantan eksekutif komite penyelenggara Olimpiade Tokyo, yang memiliki pengaruh besar di kalangan olahraga. Haruyuki Takahashi, mantan direktur pelaksana senior biro iklan terbesar Jepang Dentsu Inc. dicurigai menerima suap sekitar 51 juta yen (Rp5,5 miliar) dari pengecer setelan bisnis utama Aoki Holdings Inc.

Selain Takahashi, jaksa juga menangkap Hironori Aoki, mantan ketua pengecer, dan dua orang lainnya sehubungan dengan kasus yang berlangsung sekitar setahun setelah Olimpiade Tokyo. Tim khusus Kantor Kejaksaan Distrik Tokyo percaya bahwa Takahashi menerima suap lebih dari 50 kali antara Oktober 2017 dan Maret tahun ini.

Suap itu diduga merupakan imbalan yang dia terima untuk membantu Aoki mendapatkan perlakuan istimewa dalam proses pemilihan sponsor. Dia diduga melakukannya setelah perusahaan yang dia pimpin mencapai kesepakatan konsultasi dengan Aoki. Sponsor Olimpiadenya diumumkan sekitar setahun kemudian.


Pihak berwenang sebelumnya telah menggeledah rumah Takahashi di Tokyo pada akhir bulan lalu. Dia dianggap sebagai pegawai negeri semu ketika ia menjabat sebagai eksekutif komite Olimpiade dan Paralimpiade yang gelarannya telah tertunda selama satu tahun akibat pandemi virus corona.

Banyak karyawan Dentsu diperbantukan ke divisi pemasaran panitia penyelenggara, yang bertugas memilih sponsor untuk Olimpiade Tokyo. Perusahaan konsultan yang dipimpin oleh Takahashi menandatangani kesepakatan dengan Aoki senilai 1 juta yen per bulan pada September 2017, sebagaimana dituturkan oleh orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Pada Oktober 2018 lalu, Aoki mengumumkan bahwa mereka telah menyegel kontrak official supporter dengan panitia penyelenggara. Kesepakatan ini memungkinkan pengecer untuk menggunakan logo olimpiade untuk tujuan bisnis dan menjual produk berlisensi.

Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengungkapkan kekecewaannya terkait penangkapan Takahashi. "Saya merasa sangat kecewa," ujarnya melansir Kyodo News.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts