Bangladesh Ingin Depak Pengungsi Rohingya Kembali ke Myanmar
pixabay/ilustrasi/kalhh
Dunia

Sejak Agustus 2017, lebih dari 700.000 Rohingya telah meninggalkan Myanmar. Mereka melintasi perbatasan ke Bangladesh ketika militer Myanmar melancarkan operasi pembersihan.

WowKeren - Bangladesh tampaknya tak ingin berlama-lama untuk menampung pengungsi Rohingya dari Myanmar. Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mengatakan jika ratusan ribu pengungsi Rohingya yang tinggal di kamp-kamp penuh sesak di Bangladesh harus dikembalikan ke Myanmar.

"Rohingya adalah warga negara Myanmar dan mereka harus dibawa kembali," kata Hasina seperti dikutip sekretaris persnya, Ihsanul Karim, Rabu (17/8). Sebelumnya pada Minggu (14/8), Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet tiba di ibu kota Bangladesh, Dhaka untuk mengunjungi kamp-kamp Rohingya di distrik Cox's Bazar dekat perbatasan dengan Myanmar.

Sebagaimana diketahui, komunitas Rohingya yang sebagian besar Muslim telah menghadapi diskriminasi yang meluas di Myanmar yang mayoritas beragama Buddha. Sebagian besar dari mereka ditolak kewarganegaraannya dan banyak hak lainnya.

Sejak Agustus 2017, lebih dari 700.000 Rohingya telah meninggalkan Myanmar. Mereka melintasi perbatasan ke Bangladesh ketika militer Myanmar melancarkan operasi pembersihan terhadap mereka menyusul serangan oleh kelompok pemberontak. Situasi keamanan di negara itu semakin memburuk setelah militer mengambil alih kekuasaan.


Bachelet saat kunjungannya mengatakan bahwa sekarang ini adalah bukan waktu yang tepat untuk memulangkan para pengungsi. Menurutnya, pemulangan harus dilakukan ketika situasi sudah benar-benar kondusif.

"Sayangnya situasi saat ini di seberang perbatasan membuat kondisinya tidak tepat untuk pemulangan," kata Bachelet. "Pemulangan harus selalu dilakukan secara sukarela dan bermartabat, hanya jika kondisi aman dan berkelanjutan ada di Myanmar."

Bangladesh menjadi semakin tidak sabar dengan kehadiran populasi pengungsi yang besar, setelah lima tahun krisis. Bachelet pun mengatakan dia khawatir tentang meningkatnya retorika anti-Rohingya dan mengkambinghitamkan masyarakat.

Sementara itu, Bangladesh mencari kerja sama dari Tiongkok dalam memulangkan Rohingya ke Myanmar selama kunjungan Menteri Luar Negeri Wang Yi bulan ini. Tiongkok juga telah menengahi perjanjian November 2017 dengan Myanmar yang bertujuan mengirim pengungsi kembali.

Pihak berwenang PBB dan Bangladesh sendiri pada dasarnya telah mencoba setidaknya dua kali untuk memulai repatriasi. Namun, para pengungsi menolak untuk pergi, dengan alasan masalah keamanan di Myanmar.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts