Jadi Pertaruhan Marwah Polri, Kapolri Tegaskan Komitmen Usut Tuntas dan Terbuka Kasus Brigadir J
Instagram/listyosigitprabowo
Nasional

Kapolri mengungkap kepercayaan publik ke institusi Polri menurun usai muncul kasus pembunuhan Brigadir J. Kapolri pun menyampaikan komitmen Polri untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

WowKeren - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap kepercayaan masyarakat pada institusi kepolisian mengalami penurunan usai munculnya kasus kematian Brigadir J dengan tersangka Irjen Ferdy Sambo, Bharada E higga Bripka RR. Karena itu penting bagi para anggota kepolisian untuk segera mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada institusi Polri.

Hal itu disampaikan Listyo Sigit saat menyampaikan arahan secara virtual kepasa seluruh jajaran Polri se-Indonesia, Kamis (18/8). Listyo Sigit memberikan arahan mengenai perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibnas).

"Ini terkait dengan masalah kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri dan ini menjadi pertaruhan kita bersama. Oleh karena itu, hal ini yang tentunya menjadi catatan penting dan saya minta untuk betul-betul bisa ditindaklanjuti," ujar Listyo Sigit dalam mengawali arahannya.

Listyo Sigit mengungkap bahwa tingkat kepercayaan publik pada kepolisian berdasarkan sejumlah lembaga survei mengalami kenaikan di sekitar bulang Desember hingga medio Juli. Peningkatan kepercayaan publik itu salah satunya karena berbagai rangkaian kegiatan positif Hari Bhayangkara 2022 yang sanggup membuat masyarakat tersentuh.


Sayangnya tren kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian kembali mengalami penurunan setelah adanya kasus kematian Brigadir J. Namun kini kepercayaan itu kembali dijalin dengan komitmen Polri untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan Brigadir J.

Listyo Sigit pun tegas menyatakan akan mengusut tuntas dan terbuka kasus pembunuhan Brigadir J tersebut. Listyo Sigit menilainya sebagai pertaruhan marwah institusi polri.

"Tentunya masih ada beberapa kegiatan yang saat ini sedang kita laksanakan terkait dengan kasus tersebut dan ini adalah pertaruhan institusi Polri, pertaruhan marwah kita. Sehingga harapan kita angka 78 itu minimal sama atau naik karena sesuai dengan arahan Bapak Presiden, tidak akan ada yang ditutup-tutupi,. Semua kita buka sesuai fakta, ungkap kebenaran apa adanya, jadi itu yang menjadi pegangan kita," tegas Sigit.

"Harapannya adalah proses yang sudah dilakukan, segera kita sampaikan ke publik, kita libatkan juga kelompok eksternal, masyarakat juga ikut mengawasi, teman-teman di Komnas HAM, Kompolnas juga ikut mengawasi termasuk juga rekan mitra kerja kita yang ada di DPR juga ikut mengawasi dan ini semua menjadi pertaruhan kita. Oleh karena itu, ini yang harus kita jaga dan kita perjuangkan bersama ke depan," pungkasnya.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait