Aktor film 'Lara Hati' sekaligus Legenda Ludruk Surabaya, Cak Sapari, tutup usia pada 15 September. Bayu Skak yang memerank karakter putra Cak Sapari di 'Lara Hati' juga ikut berduka atas kepergian seniman legendaris itu.
- Ria Susilo Wardhani
- Kamis, 15 September 2022 - 11:55 WIB
WowKeren - Dunia hiburan Tanah Air tengah berduka. Salah satu seniman besar Tanah Air, Cak Sapari, telah meninggal dunia pada 15 September.
Cak Sapari wafat di usia sekitar 74 tahun. Sahabat Kartolo ini diketahui menderita penyakit diabetes dan harus dirawat selama lima tahun terakhir.
Menariknya, kepergian Cak Sapari ini terjadi disaat film "Lara Ati" yang ia bintangi mulai tayang di bioskop Tanah Air tepat pada 15 September. Sontak hal ini membuat pihak yang terlibat ikut berduka. Salah satunya yakni Bayu Skak.
Bayu yang memerankan karakter Joko, anak Cak Sapari (Pak Bandi) di "Lara Ati" ini menuliskan pesan haru. Bayu sempat mengunggah foto adegan dirinya bersama Cak Sapari dan mengungkap kekagumannya pada Legendra Ludruk Surabaya itu.
"Innalillahiwainnailaihirojiun Cak Sapari sosok yang saya banggakan sebagai seniman ludruk Jawa Timur🙏🏽 Pembawaan beliau yang selalu kalem tapi ceplas-ceplos saat melawak sangat khas dan tiada duanya. Pagi ini jam 6 saya dikabari oleh Ning Tini bahwa beliau telah berpulang ke rahmatullah. Semoga Beliau diberi tempat yang terbaik di sisi Nya, dan semua keluarga & kerabat yang ditinggalkan diberi ketabahan," kata Bayu.
Unggahan Bayu ini menuai dukungan dari banyak pihak. "Innalilahi wa innailaihi rojiun urut belasungkawa atas kematian cak sapari," kata netter. "Inna lillahi wainna ilaihi rojiun, semoga husnul khotimah, aamiin," ujar yang lainnya.
Sebelumnya, kehadiran Cak Sapari dan Kartolo di "Lara Ati" mendapat apresiasi tersendiri. Kedua seniman itu dianggap membawa warna baru di industri perfilman Tanah Air.
Sementara itu, kondisi kesehatan Cak Sapari sudah lama drop. Sang putri, Yuli, sempat mengungkap jika sang ayah lebih banyak berbaring di tempat tidur.
"Cuma tiduran saja, selain itu tulangnya sudah tidak kuat karena sudah usia juga. Makan juga paling bubur kadang-kadang, tapi jarang mau. Rutinnya ya susu tiap hari," kata Yuli pada Suarasurabaya.net, Juni 2022. "Kemarin-kemarin tidur di sofa itu (sambil menunjuk sofa sederhana yang kini diletakkan di teras). Sekarang sudah ada tempat tidur."
(wk/riaw)