Najwa Shihab Miris Baca Curhatan Para Nelayan Usai Kenaikan BBM, 'Sindir' Begini
Instagram/najwashihab
Selebriti
Harga BBM Naik

Najwa Shihab kembali mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah tentang kenaikan BBM. Najwa Shihab lantas menyinggung soal kisah para nelayan di tengah kenaikan BBM ini.

WowKeren - Najwa Shihab merupakan salah satu sosok yang suka mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah Indonesia. Najwa Shihab pun tak segan menyentil kasus yang tengah ramai terjadi di Indonesia.

Seperti baru-baru ini, Najwa Shihab menyoroti soal kasus kenaikan BBM bersubsidi di Indonesia. Najwa Shihab mengaku pernah membaca kisah para nelayan di Tegal. Najwa Shihab menyebut para nelayan berhenti melaut karena harga BBM Solar naik.

Menurut Najwa Shihab, kenaikan BBM itu membuat para nelayan tak bisa menutupi ongkos melaut dengan penghasilan yang didapat. Biasanya, nelayan mengeluarkan ongkos melaut sekitar Rp 120 ribu. Namun setelah kenaikan BBM, nelayan harus mengeluarkan ongkos Rp 150 ribu.

"Nelayan selama ini menggantungkan hidupnya dengan cara melaut lewat subsidi solar kan. Sekarang itu mereka enggak ngelaut lagi. Karena tekor ongkos yang mereka keluarkan untuk melaut. Itu lebih besar daripada penghasilan mereka," ungkap Najwa Shihab.


Selanjutnya, Najwa Shihab menyinggung soal harga beli ikan di pasaran yang tidak ikut naik. Bahkan bagi Najwa Shihab, harga iklan anjlok sehingga nelayan tak bisa mendapatkan hasil dengan layar.

"Sekarang tuh harga ikan anjlok, sekilo hanya dijual Rp15 ribu sampai Rp35 ribu. Sementara nelayan hanya dapat sehari cuma 3 kilo, gak nutup," ucap Najwa Shihab.

Tak hanya di Tegal, Najwa Shihab juga menyinggung soal nelayan di Kalimantan. Najwa Shihab mengatakan bahwa para nelayan tidak balik modal.

"Sama seperti nelayan di Kalimantan, mereka mau beli BBM Subsidi habis. Akhirnya mereka beli yang non subsidi sekitar Rp12 ribu - 18 ribu. Ongkos sehari Rp800 ribu sampai Rp1 juta. Sedangkan pendapatannya hanya Rp500 ribu, gak balik modal," tutur Najwa Shihab.

Najwa Shihab pun melontarkan "sindiran" dengan menyinggung soal masyarakat miskin akan semakin miskin. "Jadi enggak akan sepadan. Yang miskin tambah miskin," pungkas Najwa Shihab.

(wk/dess)

You can share this post!

Related Posts