Jangan Salah Pilih, Simak Perbedaan Biaya Konversi Motor Listrik dan Beli Baru
Nasional
Kendaraan BBM vs Listrik

Saat ini sudah ada sedikitnya 40 bengkel umum yang mengajukan pelatihan agar bisa menjadi bengkel konversi kendaraan bermotor listrik. Lantas, apakah biaya konversi motor konvensial menjadi motor listrik lebih hemat dibanding membeli baru?

WowKeren - Pemerintah baru-baru ini berkomitmen untuk mempercepat program konversi kendaraan bermotor BBM menjadi kendaraan bermotor listrik. Saat ini sudah ada sedikitnya 40 bengkel umum yang mengajukan pelatihan agar bisa menjadi bengkel konversi kendaraan bermotor listrik.

Lantas, berapa biaya yang diperlukan untuk konversi motor konvensial menjadi motor listrik? Apakah lebih hemat jika dibandingkan dengan membeli motor listrik baru?

Ady Siswanto dari Petrikbike mengungkapkan bahwa pihaknya kini telah memiliki produk konversi yang dinamakan Dyvolt. Menurut Ady, biaya konversi motor listrik yang paling murah mencapai Rp 15 jutaan.

"Untuk Paket Hemat, harganya mulai dari Rp 15 jutaan. Untuk konversi motor, baik Vespa, matik, atau bebek. Sedangkan untuk Paket Standar, kurang lebih Rp 20 jutaan. Lalu, Paket Custom, harganya di atas Rp 25 jutaan," beber Ady kepada Kompas.com, dilihat Rabu (21/9).

Adapun perbedaan tiap paket tersebut terletak pada kecepatan dan jarak tempuhnya. Dengan Paket Hemat seharga Rp 15 jutaan, jarak tempuhnya hanya 40 kilometer dengan kecepatan maksimal 60 kilometer per jam.


"Kalau mau yang tenaga penuh ya pilih Paket Custom. Kecepatannya bisa di atas 100 kilometer per jam dan jaraknya bisa disesuaikan," jelasnya.

Di sisi lain, harga motor listrik baru pun beragam mulai dari kelas entry level hingga premium. Dari yang di bawah Rp 20 juta hingga ratusan juta rupiah.

Menurut Presiden Direktur PT Bagaskoro Mega Langgeng (BML) Kristianto Goenadi, pasar motor listrik Indonesia di rentang Rp 20 juta cukup besar. "Orang di Indonesia ini untuk masuk ke motor listrik masih pasarnya di bawah Rp 20 juta. Itu yang orang mau trial atau istilahnya mau coba," bebernya.

Beberapa di antaranya adalah skuter listrik ECGO-2 yang dibanderol Rp 7,9 juta off the road karena menggunakan sistem sewa baterai. Skuter listrik tersebut kini dibanderol Rp 11,9 juta off the road.

Lalu ada pula Selis E-Max SLA yang menggunakan baterai non-lithium dibanderol Rp 15,5 juta on the road (OTR) Jakarta. Motor ini memiliki jarak tempuh 40 kilometer dan batas kecepatan hingga 50 kilometer per jam.

Selain itu, ada Minerva M1 yang dibanderol Rp 16,5 juta OTR Jakarta. Minerva Electron diketahui bekerjasama dengan Swap Energy untuk sistem tukar pakai baterai.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts