Pria Bersenjata Berondong Tembakan ke Sekolah Rusia, 15 Orang Tewas
pixabay/ilustrasi
Dunia

Gubernur regional Alexander Brechalov mengatakan ahli bedah telah melakukan sejumlah operasi. Pelaku merupakan orang yang telah terdaftar di fasilitas perawatan psiko-neurologis.

WowKeren - Sebuah insiden mengerikan terjadi di sekolah di Rusia. Seorang pria bersenjata dengan swastika di kausnya telah menewaskan 15 orang dan melukai 24 orang lainnya. Sebelas dari korban yang tewas merupakan anak-anak.

Penyerang merupakan seorang pria berusia awal tiga puluhan. Pihak berwenang mengatakan jika pria yang diidentifikasi sebagai Artem Kazantsev tersebut telah membunuh dua penjaga keamanan dan menembaki siswa serta guru di Sekolah Nomor 88 di Izhevsk.

Pelaku merupakan alumni sekolah tersebut. Setelah melakukan aksinya, pria tersebut kemudian bunuh diri. Komite investigasi Rusia mengatakan sedang menyelidiki dugaan hubungan neo-Nazi pelaku. Komite menyatakan dalam sebuah pernyataan jika penyelidik saat ini tengah memeriksa rumah pelaku.

"Saat ini penyelidik sedang melakukan penggeledahan di kediamannya dan mempelajari kepribadian penyerang, pandangannya dan lingkungan sekitarnya," kata komite itu. "Pemeriksaan sedang dilakukan untuk kepatuhannya pada pandangan neo-fasis dan ideologi Nazi."


Pihak penyelidik juga telah merilis video yang menunjukkan tubuh pria itu terbaring di ruang kelas dengan perabotan dan kertas yang terbalik berserakan di lantai yang berlumuran darah. Pelaku tersebut mengenakan pakaian serba hitam dengan swastika merah dalam lingkaran yang digambar di T-shirt-nya.

Gubernur regional Alexander Brechalov mengatakan ahli bedah telah melakukan sejumlah operasi. Pelaku merupakan orang yang telah terdaftar di fasilitas perawatan psiko-neurologis. Penyelidik mengatakan pria itu dipersenjatai dengan dua pistol dan sejumlah besar amunisi.

Kejadian ini membuat Presiden Vladimir Putin turut berduka sebagaimana disampaikan oleh juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Dia menggambarkan insiden itu sebagai "tindakan teroris oleh seseorang yang tampaknya milik organisasi atau kelompok neo-fasis".

Putin, dikatakannya, telah mengirim tim dokter, psikolog dan ahli bedah saraf ke lokasi penembakan di Izhevsk. Sementara itu, kejadian penembakan di sekolah telah terjadi di Rusia selama beberapa tahun terakhir. Seperti pada Mei 2021 lalu ketika seorang remaja bersenjata membunuh tujuh anak dan dua orang dewasa di Kazan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait