Dikira Kangkung, Turis Singapura Tak Sengaja Makan Ganja Saat Liburan di Thailand
pixabay/ilustrasi/7raysmarketing
Dunia

Seorang ibu rumah tangga mengatakan bahwa saat berada di Chiang Rai, dia tanpa sadar telah memakan semangkuk sup mie yang sangat enak yang mengandung ganja.

WowKeren - Thailand telah melonggarkan aturan terkait ganja dan produknya. Sejak saat itu, ganja dan produknya menjadi lebih mudah diakses di negara tersebut.

Seorang warga Singapura yang sedang berlibur di Phuket Thailand, mengatakan bahwa toko-toko lokal yang menjual produk terkait ganja dapat ditemukan di mana-mana. Kepada Shinmin Daily News, Anderson (bukan nama sebenarnya) menyebutkan bahwa biasanya produk yang menandai ganja ditandai secara khusus.

Selain di restoran dan toko khusus, ganja juga dapat ditemukan di toko serba ada, supermarket, dan bar. "Bar dan restoran lain juga menjual makanan dan minuman yang mengandung ganja, yang biasanya ditandai dengan jelas untuk membedakan dirinya dari makanan lain," kata Anderson.

Namun, dia memperhatikan bahwa tempat khusus yang menjual ganja tidak terlalu ketat dalam melakukan pemeriksaan terhadap pelanggannya. Seorang ibu rumah tangga lainnya mengatakan kepada The Straits Times bahwa saat berada di Chiang Rai, dia tanpa sadar telah memakan semangkuk sup mie yang sangat enak yang mengandung ganja.


Kesalahan itu baru disadarinya saat memesan hidangan yang sama keesokan harinya. Dia rupanya melihat gambar daun ganja di sebelah foto hidangan di menu. Wanita itu mengatakan tidak ada indikasi lain bahwa hidangan itu mengandung ganja, dan dia terkejut bahwa itu muncul dalam hidangan biasa seperti itu.

Dia mengira ganja itu sebagai kangkung lantaran ganja telah direbus dalam sup seperti sayuran lainnya. Oleh sebab itu untuk berhati-hati, beberapa warga Singapura memilih untuk tidak memasuki toko ganja mana pun.

Sementara itu, badan pariwisata Thailand telah menyarankan wisatawan untuk menyadari dan mematuhi peraturan ganja di tujuan mereka berikutnya. Bagi warga Singapura, mengonsumsi ganja di luar negeri merupakan kejahatan.

Biro Narkotika Pusat (CNB) mengatakan akan menyelidiki hasil tes urin yang positif, terlepas dari bagaimana itu tertelan. Namun, Menteri Dalam Negeri dan Hukum Singapura K Shanmugam mengatakan konsumsi obat yang tidak diketahui atau tidak disengaja biasanya bukan pelanggaran.

(wk/zodi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait