Guru di India Jadi Buron Usai Diduga Bunuh Siswa Karena Salah Mengeja
pixabay/ilustrasi
Dunia

Remaja malang tersebut meninggal karena luka-lukanya di sebuah rumah sakit di negara bagian Uttar Pradesh utara, dan terdakwa telah melarikan diri dari daerah itu.

WowKeren - Seorang guru di India tengah menjadi buronan polisi usai dituduh memukul seorang siswanya sampai meninggal. Petugas polisi mengatakan jika guru tersebut diduga memukuli siswa Dalit sampai meninggal karena murid tersebut salah mengeja.

Seorang siswa bernama Nikhil Dohre dipukul dengan tongkat dan ditendang sampai dia jatuh pingsan oleh guru sekolah menengahnya awal bulan ini. Hukuman itu ia dapat karena salah mengeja kata "social" dalam ujian, menurut pengaduan yang dibuat oleh sang ayah.

Remaja malang tersebut meninggal karena luka-lukanya pada hari Senin (26/9) di sebuah rumah sakit di negara bagian Uttar Pradesh utara, dan terdakwa telah melarikan diri dari daerah itu. Petugas polisi Mahendra Pratap Singh mengatakan kepada kantor berita AFP, "Dia buron, tapi kami akan segera menangkapnya."

Sebagaimana diketahui, masyarakat India masih menganut sistem kasta. Komunitas Dalit berada di anak tangga terendah dari sistem kasta India. Selama berabad-abad, komunitas ini telah menghadapi prasangka dan diskriminasi.


Al Jazeera melaporkan bahwa insiden itu memicu protes yang pecah di distrik Auraiya, lokasi serangan, menuntut penangkapan guru sebelum kremasi tubuh bocah itu. Keluarga mengatakan anak itu dipukuli oleh gurunya beberapa minggu yang lalu karena membuat kesalahan ejaan.

Pihak keluarga menyebut insiden ini sebagai kejahatan kebencian berbasis kasta. Petugas polisi Singh mengatakan jika pada hari Senin ratusan orang turun ke jalan dan membakar kendaraan polisi. "Kami menggunakan kekuatan untuk memadamkan massa dan situasi segera terkendali," kata Inspektur Polisi Charu Nigam kepada wartawan.

Wartawan Al Jazeera Pavni Mittal menyebutkan jika kemarahan yang meningkat terhadap kasta dan kekerasan berbasis kasta di India masih merajalela meskipun sudah dilarang. "Menurut data pemerintah, kejahatan kebencian berbasis lima kasta terjadi rata-rata setiap jam di negara ini," ujarnya.

Pendiri organisasi Dalit Women Fight Riya Singh mengatakan kepada Al Jazeera bahwa insiden itu merupakan cerminan dari kebencian kasta yang mengakar. "Kebencian masih begitu kuat bahkan meluas ke anak-anak dan akhirnya membunuh mereka," katanya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait