Wabah Ebola Tewaskan Dokter di Uganda
Dunia

Dr. Mohammed Ali dinyatakan positif Ebola pada 26 September lalu. Dia mengembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Fort Portal.

WowKeren - Wabah virus Ebola masih menyebar di Afrika. Seorang dokter Tanzania dilaporkan telah meninggal akibat terjangkit virus itu. Dokter tersebut bekerja di Uganda, dan merupakan petugas kesehatan pertama yang terbunuh dalam wabah terbaru di negara tersebut.

Hal tersebut telah dikonfirmasi oleh menteri kesehatan Jane Ruth Aceng pada Sabtu (1/10). "Dengan menyesal saya umumkan bahwa kami telah kehilangan dokter pertama kami, Dr. Mohammed Ali, seorang warga negara Tanzania, pria berusia 37 tahun," katanya di Twitter.

Ali dinyatakan positif Ebola pada 26 September lalu. Dia mengembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Fort Portal, yang berjarak 300 kilometer di sebelah barat ibu kota Kampala.


Pada 20 September, pihak berwenang di negara Afrika timur itu mengumumkan wabah Ebola yang mematikan sehingga memicu kekhawatiran akan krisis kesehatan besar di negara berpenduduk 45 juta orang itu. Sejauh ini, masih belum ada vaksin untuk jenis dari strain Sudan di balik infeksi yang terjadi di Uganda.

Pada Jumat (30/9), Kementerian Kesehatan setempat mengatakan bahwa virus Ebola telah menginfeksi 35 orang. Sejauh ini, jumlah korban meninggal yang dilaporkan ada 7 orang.

Ali bukan satu-satunya petugas kesehatan yang terjangkit virus tersebut. Dia merupakan satu dari enam petugas kesehatan yang terjangkit penyakit tersebut, mereka berasal dari kalangan dokter, ahli anestesi, dan satu mahasiswa kedokteran.

Sementara itu, Ebola dapat menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi. Beberapa gejala yang dialami oleh penderita antara lain nyeri otot, sakit kepala dan sakit tenggorokan, kelemahan intens, muntah-muntah hingga ruam-ruam dan diare.

(wk/zodi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait