Jawaban Ketua PSSI Iwan Bule Usai Didesak Mundur Buntut Tragedi Kanjuruhan
Nasional
Tragedi Kanjuruhan

Imbas tragedi berdarah tersebut, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan alias Iwan Bule didesak mundur oleh sejumlah pihak.

WowKeren - Tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10) malam telah menewaskan lebih dari 100 orang. Tragedi itu terjadi tak lama setelah Persebaya Surabaya berhasil mengalahkan Arema FC dengan skor 2-3.

Imbas tragedi berdarah tersebut, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan alias Iwan Bule didesak mundur oleh sejumlah pihak. Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menyinggung tanggung jawab Iwan Bule dalam peristiwa terburuk di dunia sepak bola Tanah Air tersebut.

"Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan seharusnya malu dan mengundurkan diri dengan adanya peristiwa terburuk di sepak bola nasional," ujar Sugeng dalam rilisnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Arven. Menurutnya, ketidakprofesionalan Ketua PSSI, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), hingga Kapolres Malang berakibat pada tragedi tersebut.

"Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban dan keluarga, Menpora, Ketua PSSI, dan Kapolres Malang untuk mundur dari jabatannya. Ketidakprofesionalan mereka lah mengakibatkan tragedi berdarah ini terjadi," beber Arven. "Ini sangat tragis dan memalukan sepak bola Indonesia di mata dunia."


Sementara itu, Iwan Bule sendiri telah angkat bicara terkait desakan mundur tersebut. Sembari tersenyum, Iwan Bule mengaku tak mempermasalahkan desakan itu.

"Desakan ya, biar semua orang bisa bicara apa saja ya," ujar Iwan Bule di Malang, Senin (3/10).

Menurutnya, semua pihak boleh berbicara apa saja. Meski begitu, Iwan Bule mengaku kini tengah fokus untuk menangani korban tragedi Kanjuruhan.

Di sisi lain, sejumlah aparat kepolisian telah dicopot dari jabatannya buntut tragedi Kanjuruhan. Pertama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutuskan untuk mencopot Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat dari jabatannya.

Selain Kapolres Malang, sejumlah Komandan Brimob Polda Jawa Timur juga dinonaktifkan dan diganti. Tepatnya, ada sembilan orang Komandan Brimob Polda Jatim yang dinonaktifkan.



(wk/Bert)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait