Bank di Thailand Salah Sita Rumah, Pemilik Kaget Saat Datang
Dunia

Pemilik rumah juga mendapati bahwa seorang pekerja yang diduga salah satu petugas pengadilan telah tidur di rumahnya yang disita bahkan sampai menggunakan listrik dan air.

WowKeren - Seorang wanita asal Pathum Thani, tepat di utara Bangkok, kaget bukan kepalang ketika saat kembali ke rumah, dia mendapati bahwa rumahnya disita oleh pihak bank. Kunci rumahnya telah berubah, semua barang miliknya telah disita, dan tanda DIJUAL dipasang di luar rumahnya.

"Bank Tabungan Pemerintah" Thailand mengirim juru sita untuk mengambil alih sebuah rumah di Desa Wanasiri Park View pada 5 September. Juru sita kemudian mengubah semua kunci dan menyita semuanya bahkan sampai menebang pohon dan melepas awning rumah.

Tak cukup sampai di situ, pemilik rumah yang bernama Kanchana itu juga mendapati bahwa seorang pekerja yang diduga salah satu petugas pengadilan telah tidur di rumahnya yang disita dan menggunakan listrik dan airnya selama tiga atau empat hari.


Hal itu bermula ketika petugas pengadilan memasang tanda yang menyatakan bahwa rumah nomor 99/44 adalah milik bank, tetapi tanda itu ditempatkan di luar rumah nomor 99/38. Tetangga yang bingung pun segera menelepon Kanchana yang saat itu sedang tidak ada di lokasi.

Tak pelak, ia pun kaget ketika datang. Pasalnya, dia tidak pernah berutang atau dituntut dalam hidupnya. Dia langsung menelepon bank. Pada tanggal 18 September, perwakilan hukum dari bank menelepon Kanchana untuk meminta maaf karena telah salah mengambil alih rumahnya.

Namun sayangnya, beberapa barang sudah telanjur dimusnahkan, seperti pakaian, buku, foto keluarga, barang koleksi, barang milik anak Kanchana. Satu bulan berlalu, pihak bank pun akhirnya mengeluarkan pernyataan maaf resmi setelah berita ini viral. "Kami menawarkan untuk membayar kembali kerugian yang diperkirakan sebesar 2,2 juta baht untuk semua hal yang tidak dapat kami kembalikan," kata bank.

Sayangnya, permintaan maaf ini justru mendapat kecaman keras dari warganet. Warganet marah karena bank telah menghancurkan barang pemilik rumah termasuk foto keluarga dan anak. Tak hanya itu, hal lain yang memicu kemarahan adalah bahwa dalam permintaan maafnya, bank tidak membahas klaim wanita itu soal seseorang yang tinggal di rumahnya selama tiga hari dan menggunakan listrik serta airnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait