700 Orang Malaysia Terjebak di Laos Buntut Iklan Lowongan Kerja Kasino
Unsplash/Kaysha
Dunia

Ratusan orang tersebut ditahan di provinsi Bokeo, Laos dan dilaporkan telah dianiaya oleh manajer resor yang diduga menuntut uang tebusan besar untuk pembebasan mereka.

WowKeren - Ratusan orang di Malaysia terjebak di Laos buntut lowongan kerja di kasino. Diperkirakan jumlah orang Malaysia yang terjebak mencapai 700 orang. Mereka terdampar di Laos setelah direkrut untuk bekerja di sana untuk kasino dan resor hotel milik Tiongkok.

Hal itu sebagaimana dilaporkan oleh portal berita Malaysia Benar News. Orang-orang tersebut ditahan di provinsi Bokeo, Laos dan dilaporkan telah dianiaya oleh manajer resor yang diduga menuntut uang tebusan besar untuk pembebasan mereka.

Seorang pekerja Laos mengatakan kepada Radio Free Asia, layanan berita online yang berafiliasi dengan Benar News, menuturkan bahwa sebagian besar dari para korban itu dipekerjakan sebagai scammer online. Dia menuturkan banyak melihat pekerja Malaysia di Zona Ekonomi Khusus (SEZ) di kawasan kasino Golden Triangle Laos.

"Sebagian besar dipekerjakan sebagai scammer online, dengan kepatuhan yang ditegakkan dengan pemukulan dan penyiksaan," kata pekerja tersebut. "Saya melihat banyak pekerja Malaysia di SEZ."


Portal berita itu mengutip seorang sumber yang enggan disebutkan namanya, melaporkan bahwa para pekerja migran tak hanya berasal dari Malaysia. Ada juga dari mereka yang datang dari Vietnam dan Myanmar. "Sebenarnya, saya melihat orang-orang di sini dari berbagai negara, termasuk Vietnam, Myanmar, dan Malaysia," kata portal berita mengutip sumber tersebut.

Orang-orang itu memang bekerja di berbagai bidang namun sebagian besar bekerja sebagai scammer. Sementara itu, pekerja Laos lainnya yang berhasil melarikan diri menuturkan bahwa para pekerja asing di sana tidak dapat kabur atau mendapat perlindungan lantaran ponsel dan paspor mereka telah disita.

"Pekerja asing seperti orang Malaysia juga mengalami kesulitan mengeluh kepada pihak berwenang Laos karena kendala bahasa," kata pekerja itu, yang juga pernah dipaksa bekerja sebagai scammer. "Mereka tidak tahu apakah mereka harus melaporkan pelecehan itu ke Satuan Tugas SEZ pemerintah atau ke kedutaan mereka sendiri."

SEZ sendiri merupakan pusat perjudian dan pariwisata yang melayani warga Tiongkok dan terletak di sepanjang Sungai Mekong tempat Laos, Myanmar, dan Thailand bertemu.

(wk/zodi)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait