Bintang Emon Bagikan Cara Mengatasi Endorsment Brand yang Tak Ingin Singgung Isu Sensitif
Instagram/bintangemon
Selebriti

Sebelumnya, Bintang Emon sempat mengungkapkan bahwa ia pernah mendapatkan ancaman usai kerap menyinggung isu kebijakan publik. Kini ia berbicara mengenai brand yang tak ingin menyinggung isu sensitif.

WowKeren - Sama seperti rekannya, Kiky Saputri, Bintang Emon juga dikenal sebagai salah satu komedian tunggal alias komika yang berani menyuarakan atas isu kebijakan publik. Saat ini, Bintang Emon bahkan kerap membuat konten-konten bernada satir yang menyinggung mengenai isu kebijakan publik.

Akan tetapi, hal tersebut tidak bisa diterapkannya dalam setiap konten yang dibuatnya di sosial media, khususnya saat mengerjakan endorsment. Pasalnya, tidak semua brand mau dengan gaya satir Bintang Emon untuk mengiklankan produknya.

Atas hal itu, Bintang Emon mengaku memiliki cara untuk mengantisipasinya. "Karena kan ini menjadi profesi, berarti di satu sisi memang harus menghasilkan, harus bisa dapat cuan dari kerjaan ini, tapi di satu sisi lain, kita tahu ada banyak brand, ada banyak sponsor yang alergi kalau ngomongin hal-hal yang isunya sensitif. Itu gimana tuh?" tanya Najwa Shihab, dilihat dari kanal YouTube-nya, Kamis (24/11).


"Kalau aku ningkatin value yang dijualnya sih, maksudnya yaudah gua mungkin enggak bisa dipisahin nih sama yang ini, isu-isu kayak gini, cuma ningkatin value di yang lain, sehingga pun, kalau dia enggak cocok dengan gua, market-nya berarti beda aja, dan menurutku akan ada aja orang yang akan sejalan dengan apa yang aku jalanin gitu," jawab Bintang Emon.

Sehingga menurut Bintang Emon, hal tersebut tidak menjadi tantangan yang berarti bagi dirinya. Pasalnya, bila terlalu kebanyakan mengatur dalam hal endorsment, menurutnya berarti memang tidak ada kecocokan satu sama lain, dan mending untuk mencari sosok publik figur yang lain.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam endorsment yang dilakukan Bintang Emon adalah dengan mempertahankan idealisme itu bisa juga untuk meningkatkan value. "Buat aku sih iya, ketika idealisme kita dijual habis, kita berdiri atas apa gitu," imbuhnya.

"Padahal yang menjadikan diri kita sampai idealisnya ditawar tuh, ya idealis itu sendiri. Ketika lu jual semuanya, terus lu berdiri atas apa gitu kan, 'Lu tuh siapa gitu' hilang jadinya," pungkas Bintang Emon.

(wk/tiar)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait