Raffi Ahmad dan delapan artis lainnya tak kuasa menahan kesedihan saat diminta untuk menceritakan kisahnya bersama orang-orang yang pergi mendahului mereka.
- Marina Larasati
- Sabtu, 01 Juli 2023 - 19:49 WIB
WowKeren - Raffi Ahmad bersama delapan orang lainnya tak kuasa menahan tangis saat diajak melakukan social experiment film "Ketika Berhenti di Sini". Prilly Latuconsina selaku pemeran utama film tersebut ditugaskan untuk menjadi host di belakang kamera pengambilan video tersebut.
Dalam video yang diunggah Prilly ke laman Instagram, Raffi beserta artis lainnya seperti Abidzar Al-Ghifari, Dikta, Widyawati, Ence Bagus, Arbani Yasiz, Ifan Seventeen, dan Rambu Cikal putri penyanyi Iwan Fals ditanya soal makna kehilangan. Kesembilan orang itu lantas menceritakan kehilangan versi mereka masing-masing. Mulai dari kehilangan orang tua, sahabat, maupun pasangan.
Mulanya saat ditanya soal definisi kehilangan, Raffi dan yang lain kompak mengatakan bahwa semua orang pasti akan merasakan kehilangan. Kehilangan menjadi sesuatu yang mutlak bagi mereka yang hidup.
Raffi misalnya, ia tampak menyesal saat menceritakan detik-detik kepergian sang ayah. Suami Nagita Slavina itu mengaku sempat berbohong pada ayahnya saat diminta untuk pulang. Memori sedih itu masih diingat Raffi sampai detik ini.
"Ngebohong gue tuh, (ngakunya) ada syuting padahal nggak. (Aslinya) gue party sama temen-temen. Eh, (papa) meninggal di hari itu," ujar Raffi dan tak sadar air matanya meluncur begitu saja membasahi pipi. Raffi pun buru-buru menyeka air matanya menggunakan tisu. "Padahal permintaannya sederhana banget, tapi gue nggak mengindahkan permintaan itu."
Selanjutnya ada Abidzar yang juga tampak berkaca-kaca menahan air matanya agar tak terus luruh saat membicarakan mendiang ayah tercintanya, Ustaz Jeffry Al Buchori.
"Agar selalu ada hati dalam kebaikan, dan kebaikan dalam hati. Apa yang Abi lakuin, apa yang pernah Abi ajarin, ke dedek maupun ke orang lain. Itu jadi bekal buat dedek belajar sekarang," ucap Abidzar dengan suara seraknya menahan tangis.
Tak jauh berbeda dengan Raffi dan Abidzar, Dikta juga meluapkan kesedihannya tentang mendiang sang ayah. "Aku terlalu nganggep papa tuh Superman," kata Dikta. Ia pun tak berkata-kata lagi selain melepas kacamata yang dikenakannya dan menyeka air mata yang jatuh menggunakan tangan.
Kesedihan mereka bersembilan semakin terasa saat diminta untuk memakai kacamata yang juga digunakan Prilly dalam film tersebut. Raffi dan lainnya seolah bertemu dengan orang-orang yang mereka sayangi, yang sudah lebih dulu meninggalkan mereka melalui teknologi virtual yang dihasilkan oleh kacamata itu.
(wk/lara)