Iwan Fals Profile
Iwan Fals Profile Photo

Iwan Fals

Profesi
Penyanyi
Nama Asli
Virgiawan Listanto
Tgl Lahir
Sep 3, 1961
Lahir di
Jakarta, Indonesia
Profesi
Penyanyi
Populer
Merilis single "Bento" (1989)
Tempat Lahir
Jakarta, Indonesia
Kewarganegaraan
Indonesia
Ayah
Sutopo (alm)
Pekerjaan Ayah
Kolonel Anumerta
Ibu
Lies Suudijah
Pekerjaan Ibu
Pemilik yayasan panti jompo dan yatim piatu
Pendidikan
  • SMPN 5 Bandung
  • SMAK BPK Bandung
  • STP (Sekolah Tinggi Publisistik, sekarang IISIP)
  • Institut Kesenian Jakarta (IKJ)
Saudara
Kotot (kakak angkat laki-laki), Tato (kakak angkat laki-laki), Ahmad (kakak angkat laki-laki), Imam (kakak angkat laki-laki), Haris (kakak angkat laki-laki), Edi (kakak angkat laki-laki), Iwin (kakak angkat laki-laki), Ute (kakak angkat perempuan), Ade (kakak angkat perempuan), Leo Listanto (adik laki-laki), Lala (adik angkat perempuan), Haryo (adik angkat laki-laki), Melly (adik angkat perempuan)
Suami/Istri
Rosana (sejak 1980)
Anak-anak
Galang Rambu Anarki (gitaris band "Bunga", laki-laki, L. 01-Jan-82, m. Apr-97), Annisa Cikal Rambu Bassae (perempuan), Raya Rambu Rabbani (laki-laki, L. 22-Jan-03)
Populer Sejak
Merilis single "Bento" (1989)

Virgiawan Listanto atau yang akrab disapa Iwan Fals merupakan legenda musik Tanah Air. Fansnya yang bernama OI tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Kesederhanaannya serta lirik-lirik lagu yang menceritakan fenomena jaman menjadi daya tarik sendiri di mata para OI. Tak heran jika Iwan pernah dianugerahi Legend Awards dalam ajang AMI Award 2003.

Kecintaannya pada dunia musik sudah ia rasakan sejak masa remaja. Saat itu ia lebih memilih menggandrungi alat musik gitar ketimbang lainnya. Bahkan Iwan rela mengamen keliling Bandung untuk mengasah kemampuan bermain gitarnya.

Iwan lalu mulai mengembangkan bakat lainnya yaitu menciptakan lagu. Namun kala itu ia lebih memilih menciptakan lagu berlirik humor. Teman-temannya menyukai lirik lagu Iwan yang lucu. Bahkan ketika awal masuk SMA ada seorang produser dari Jakarta yang rela datang ke Bandung untuk menawarinya rekaman.

Iwan akhirnya menyetujui tawaran tersebut dan hijrah ke Jakarta dengan modal hasil menjual motornya. Ia lalu merekam album pertamanya yang berjudul "Amburadul" bersama teman-temannya yakni Toto Gunarto, Helmi dan Bambang Bule. Namun sayangnya album tersebut kurang laku di pasaran.

Album Iwan mulai dikenal publik saat ia bergabung dengan Musica Studio dan merilis "Sarjana Muda" (2001). Salah satu lagunya yang berjudul "Oemar Bakri" menjadi hits karena menggambarkan fenomena yang terjadi saat itu. Meski menuai kesuksesan, alumni SMPN 5 Bandung ini tetap menjalankan aktivitas mengamennya dari rumah ke rumah.

Sayangnya Iwan harus mengalami banyak pencekalan dari pemerintah era Orde Baru. Lirik lagu yang dibawakannya disinyalir mengandung banyak kritikan yang dapat mengganggu stabilitas politik, contohnya adalah "Surat Buat Wakil Rakyat" (1987). Lagu ini berisi tentang wakil rakyat yang suka tidur saat sidang.

Karir dari suami Rosana atau yang akrab disapa "Mbak Yos" ini semakin melejit saat ia bergabung dengan kelompok musik SWAMI yang terdiri Sawung Jabo, Naniel, Nanoe, Inisisri, Jockie Suryoprayogo, Toto Tewel dan disponsori oleh Setiawan Djodi. Iwan bersama SWAMI kemudian merilis album dengan single andalan "Bento" dan "Bongkar" (1989). Kedua lagu tersebut menjadi hits yang fenomenal di kalangan masyarakat saat itu.

Ayah dari 3 anak ini juga bergabung bersama kelompok "Kantata Takwa" yang kala itu berisi seniman Indonesia seperti Sawung Jabo, Jockie Surjoprajogo, Setiawan Jdoi dan W.S Rendra. Kantata Takawa berhasil mengadakan konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 1990. Bahkan konser tersebut disebut-sebut sebagai konser musik terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.

Karir Iwan sempat terhenti lama setelah anak pertamanya, Galang Rambu Anarki, meninggal dunia secara mendadak, 1997. Sejak saat itu Iwan hiatus dari dunia musik dan lebih memilih untuk menyibukkan diri seperti melukis atau berlatih bela diri.

Iwan kembali ke blantika musik Indonesia dengan merilis album "Suara Hati" (2002). Dalam album tersebut terdapat lagu "Hadapi Saja" yang mengisahkan tentang perasaan Iwan saat kehilangan putra pertamanya. Setelah itu ia kembali produktif merilis beberapa album seperti "Manusia Setengah Dewa" (2004), "Iwan Fals in Love" (2005), dan "Untukmu Terkasih" (2009). Sepanjang karirnya Iwan telah merilis 31 album.

Iwan kembali menghentak dunia musik Indonesia di tahun 2013. Ia merilis sebuah album berjudul "Raya". Pemilihan judul album ini diambil dari nama anak bungsunya, Raya Rambu Rabbani. Album ini berisi 18 judul lagu yang sebagian besar merupakan lagu terdahulu yang belum sempat dirilis.

Iwan Fals Lirik Lagu