Renatta Moeloek mengaku penyakit sinusitis dan alergi rinitisnya kambuh akibat kualitas udara di Jakarta yang semakin memburuk belakangan ini. Ia pun membandingkan Indonesia dengan negara lain.
- Marina Larasati
- Rabu, 09 Agustus 2023 - 07:52 WIB
WowKeren - Belakangan sejumlah publik figur mengeluhkan kualitas udara di Ibukota yang semakin memburuk. Terbaru ada chef Renatta Moeloek yang juga menuliskan curhatannya di akun Twitter perihal masalah ini.
Pada Selasa (8/8), Renatta mengeluhkan penyakit sinusitis dan alergi rinitisnya kambuh. Perempuan 29 tahun itu mengalami berbagai gejala alergi seiring dengan kualitas udara di Jakarta yang semakin memburuk.
Tiap kali merasakan gejala, Rentta langsung mengecek kualitas udara di daerah rumahnya di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dan benar saja, dugaan Renatta tidak salah. Alerginya kembali kambuh disebabkan oleh udara yang semakin mengkhawatirkan.
"Saya yg sinus dan allergic rhinitis paket lengkap cukup rasakan sendiri dan sudah tahu tanpa cek data. Tiap ada gejala2, saya cek, dan benar 💀," tulisnya di akun Twitter seraya memberikan bukti hasil dari pengecekannya terhadap udara di sekitaran tempat tinggalnya.
Terkait permasalahan ini, Renatta pun membandingkan Indonesia dengan negara lain dalam hal penanganan. Ia merasa masyarakat Indonesia masih belum sepenuhnya menyadari betapa bahayanya berada di luar rumah dalam kondisi udara yang sedemikian buruk. Sementara di negara lain biasanya akan langsung muncul banyak peringatan agar warganya melakukan hal-hal yang dapat meminimalisir terpapar polusi udara.
"Polusi jakarta yg bertahun2 punya AQI rata2 diatas 170 dan berstatus 'berbahaya utk kesehatan' tapi tetap tidak ada yg bahas/gerak. di bbrp negara, capai AQI 150 itu sudah jadi headline berita dgn warning heboh jgn keluar rumah, tutup jendela, pakai masker & pasang purifier 😅," tuturnya belum lama ini.
Melihat cuitan tersebut, sejumlah warganet sontak memberikan beragam komentarnya. Banyak yang setuju dengan Renatta terkait kualitas udara di Jakarta yang kian memburuk, namun sebagian masyarakatnya belum sepenuhnya peduli menjaga kesehatan diri masing-masing.
Per pukul 07.00 WIB hari ini, Rabu (9/8), PM 2,5 yang dimiliki kota Jakarta masih mencapai 165. Ini mengindikasikan udara yang tak sehat, baik untuk kelompok yang sensitif maupun orang secara umum.
(wk/lara)