Arie Kriting kembali melayangkan kritikan soal pemilu di Indonesia. Kali ini, suami Indah Permatasari itu tergelitik untuk memberikan teguran terkait cara kampanye salah satu paslon Capres Cawapres.
- Sisilia Rizky Azalea
- Rabu, 17 Januari 2024 - 13:18 WIB
WowKeren - Arie Kriting kembali memberikan kritik soal pemilu. Kali ini, Arie mengkritik cara tim sukses salah satu paslon Capres Cawapres ketika kampanye. Suami Indah Permatasari itu langsung tergelitik untuk memberikan teguran saat mendapati ada spanduk kampanye mengganggu hak pengguna jalan.
Arie setuju jika diletakkannya spanduk itu di sana telah mengganggu akses pejalan kaki. Ia kemudian ikut me-repost unggahan tersebut dan menuliskan tegurannya lewat Story Instagram hari ini, Rabu (17/1).
”Sebaiknya alat kampanye jangan sampai merebut hak pejalan kaki seperti ini,” ujar Arie di akun Instagram pribadinya.
Sementara itu, Arie belakangan kerap mendapat tudingan miring buntut vokal soal politik. Ia belum lama ini disangka sebagai buzzer politik. Mendapati hal itu, Aria tak terima dan langsung memberikan balasan telak.
”Mencoba objektif malah disangka buzzer politik. Tapi gpp [sic!],” katanya dalam tweet 27 Desember. “Kalian sekarang mungkin anggap kegiatan 'Desak Anies' itu sebagai terobosan besar, tapi dampaknya bagi elektabilitas Pak Anies sejauh mana? Publik figur yang terbuka dukung Pak Anies saja hampir gak ada. Kenapa ya? [sic!]”
Komika asal Kendari ini juga sempat menghebohkan media sosial usai melemparkan kritikan pedas pada Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan alias Zulhas yang diduga melakukan tindakan yang mengarah pada penistaan agama. Melalui akun X (Twitter) pribadinya, Arie menuliskan cuitan-cuitannya yang mengkritisi praktik kampanye yang dilakukan oleh Zulhas selaku pendukung capres nomor urut 2.
”Syahadatnya pendukung kosong dua, pakai dua jari? Wah mantap Pak Zulhas, loyalitas pada politikus yang seperti ini memang yang kita butuhkan. Seru banget ini pendukung kosong dua. Gemoy emang kelakuannya,” sindir Arie kepada Zulhas, Selasa (19/12).
(wk/Sisi)