Baim Wong buka suara perihal protes dari pihak pengacara Paula Verhoeven soal dugaan akses kliennya bertemu anak telah dibatasi. Baim lantas ungkap pendapat soal protes tersebut.
- Ria Susilo Wardhani
- Rabu, 30 Oktober 2024 - 15:14 WIB
WowKeren - Baim Wong kembali hadir di sidang cerainya dan Paula Verhoeven pada 30 Oktober di PA Jakarta Selatan. Dalam sidang tersebut, pengacara Paula, Alvon Kurnia Palma, bicara pada hakim soal akses kliennya bertemu anak yang diduga dibatasi oleh Baim.
"Aksesibilitas dari prinsipal kami dibatasi untuk bisa bertemu dengan anak. Oleh sebab itu, saya mohon kepada majelis untuk memberikan perintah agar pemohon itu tidak memberikan batasan," kata Alvon. "Tidak masuk akal, hal-hal yang disampaikan tentang anak itu. Baim kan sudah bantah langsung di hadapan majelis hakim. Silakan, 24 jam dateng ke Tiger Wong," debat pengacara Baim, Fahmi Bachmid. "Sebenernya lebih ke keleluasaan untuk bertemu. Tidur sama ayah sama tidur sama ibu, itu beda rasanya. Ya bagi-bagi aja lah," harap Alvon.
Setelah sidang tersebut, Baim pun ungkap perasaannya. Ia merasa disudutkan dan dinilai jahat karena seolah melarang Paula bertemu anak-anak mereka. Padahal, Baim sudah sempat menegaskan jika ia tak melarang sang istri untuk ketemu Kiano dan Kenzo.
"Iya (merasa tersudutkan), kalau orang enggak tahu kan jadinya malah kita kayaknya jahat gitu," keluh Baim. "Tadi untung sudah ngomong sama kalian. Kan benar kan keluar tuh (soal batasi anak). Kalau mau 24 jam boleh saya undang kalian, makanya kata-kata kayak gitu suka menyudutkan. Saya suka aduh. Ya nggak tahu bagaimana menanggapinya."
Sebelumnya, sidang cerai tersebut diskors gegara debat panas Alvon dan Fahmi. Alvon rupanya menyuarakan permintaan Paula yang ingin sidang digelar online. Sedangkan Fahmi mewakili Baim yang tetap ngotot sidang digelar offline.
"Faktanya sudah ke mana-mana, tolong ini bisa ditertibkan. Sebenarnya ini untuk memberikan suatu hal yang nyaman untuk kedua belah pihak. Buat saya ini problem sebenarnya," kata Alvon. "Ini sebenernya suatu hal yang perlu dipertimbangkan. Jika setiap saat dikontestasi, ini bisa jadi masalah. Untuk kepentingan anak sebenarnya berdasarkan UU anak dan hukum Islam, anak itu berhak untuk mendapatkan kepentingan terbaik. Sekarang kalau dikontestasi, ini jadi masalah sebenernya. Kalau misal yang bersangkutan ingin terbuka, pada saat pembuktian."
"Ini perjalanan hidup dia (Baim), dia ingin hadir secara offline. Oleh karena itu jika diizinkan mungkin tidak menjadi sidang online, tetapi offline," kata Fahmi. Tak lama, hakim usulkan bahwa ada sebagian agenda yang digelar offline dan sebagian lagi digelar online. Namun, Fahmi tetap memperjuangkan Baim hingga memicu perdebatan kian sengit.
"Termohon tidak paham," kata Fahmi. "Saya paham," ujar Alvon. "Jangan emosi," kata Fahmi. "Anda yang emosi," seru Alvon dengan nada tinggi hingga dilerai hakim. "Sidang diskors, semuanya boleh keluar," kata hakim.
(wk/riaw)