Keberangkatan Haji 2026 Tetap Sesuai Jadwal di Tengah Tensi Geopolitik
Instagram/Mochamad Irfan Yusuf/Instagram
Selebriti

Menteri Haji memastikan keberangkatan haji Indonesia 2026 tidak terpengaruh ketegangan global.

WowKeren - Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa jadwal keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2026 tetap berjalan sesuai rencana meskipun ada ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Ia optimis bahwa semua persiapan akan berjalan lancar hingga pemberangkatan yang dijadwalkan pada 22 April mendatang.

Usai menghadiri acara Balik Kerja Bareng Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) 2026 di Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (24/3/2026), Irfan Yusuf menyatakan, "Sampai saat ini masih sesuai dengan jadwal. Mudah-mudahan hingga pemberangkatan pada 22 April nanti tidak ada perubahan." Pernyataan ini memberikan harapan bagi calon jemaah haji yang menunggu kepastian keberangkatan mereka.

Lebih lanjut, Irfan menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak ada gangguan teknis yang menghambat persiapan maupun jadwal keberangkatan. Semua aspek layanan, termasuk akomodasi, transportasi, dan kesiapan pendanaan, telah dipersiapkan dengan matang untuk menyambut jemaah haji.


Terkait dengan penerbangan, Irfan menegaskan bahwa jalur udara ke Arab Saudi masih beroperasi normal. Ia menyatakan, "Kami melihat tidak ada penghentian penerbangan. Masih ada direct flight ke Arab Saudi. Mudah-mudahan situasi tetap aman." Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada kecemasan global, operasional penerbangan untuk haji tetap terjaga.

Pemerintah Indonesia juga terus menjalin komunikasi yang intensif dengan Kementerian Haji Arab Saudi untuk memantau perkembangan situasi di lapangan. Menurut koordinasi terakhir, otoritas Arab Saudi menyatakan bahwa tidak ada perubahan pada jadwal kedatangan jemaah internasional, yang memberikan kepastian lebih bagi calon jemaah.

Selain memastikan jadwal keberangkatan haji, Irfan Yusuf juga menyampaikan bahwa kuota untuk jemaah lanjut usia (lansia) tetap diprioritaskan sebesar lima persen dari total kuota nasional. Ini adalah langkah positif untuk memberikan kesempatan yang lebih bagi para lansia untuk menunaikan ibadah haji.

Di sisi lain, untuk ibadah umrah, pemerintah mengambil langkah pengawasan ketat terhadap penyelenggara perjalanan untuk memastikan keamanan jemaah selama keberangkatan hingga kepulangan. Irfan menambahkan, "Pihak kami sudah mengumpulkan penyelenggara untuk memastikan jemaah yang berangkat bisa kembali dengan aman. Kami berharap situasi tetap kondusif sehingga seluruh rangkaian ibadah haji 2026 berjalan lancar." Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap keselamatan dan kenyamanan jemaah selama menunaikan ibadah.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait