Festival Musik Wireless Dibatalkan Karena Kontroversi Kanye West
Instagram/Kanye West/Instagram
Selebriti

Festival Wireless dibatalkan setelah Kanye West dilarang masuk Inggris akibat ujaran kebencian.

WowKeren - Festival musik Wireless yang diadakan setiap tahun di Inggris resmi dibatalkan pada tahun ini. Keputusan ini diambil setelah penampil utama, Kanye West, yang kini dikenal dengan nama Ye, dilarang masuk ke Inggris oleh pemerintah. Larangan ini merupakan akibat dari serangkaian pernyataan kontroversial yang dianggap sebagai ujaran kebencian bernada antisemitisme oleh musisi tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Penyelenggara festival mengonfirmasi pembatalan tersebut melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa, 7 April 2026. Dalam pernyataan tersebut, mereka menyebutkan bahwa Kementerian Dalam Negeri Inggris telah mencabut dokumen perjalanan elektronik milik Ye, yang dikenal dengan istilah ETA (Electronic Travel Authorisation), sehingga ia tidak diizinkan untuk memasuki wilayah Inggris.

“Akibatnya, Festival Wireless dibatalkan dan pengembalian dana akan diberikan kepada semua pemegang tiket,” tulis penyelenggara dalam pernyataan tersebut. Mereka menekankan bahwa antisemitisme dalam segala bentuknya adalah hal yang tidak dapat diterima dan mengakui dampak nyata dari isu tersebut. “Seperti yang Ye sampaikan hari ini, ia mengakui bahwa kata-kata saja tidak cukup, dan meskipun demikian, ia masih berharap diberi kesempatan untuk memulai dialog dengan komunitas Yahudi di Inggris,” tambah mereka.

Penyelenggara juga menjelaskan bahwa mereka telah melakukan konsultasi dengan berbagai pihak sebelum mengumumkan keterlibatan Ye sebagai penampil utama. Namun, pengumuman tersebut memicu gelombang protes dari berbagai kalangan, termasuk dari Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, yang secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya.


Tekanan publik semakin meningkat setelah dua konser Ye di Los Angeles yang menuai kritik tajam. Meskipun Ye telah berusaha meminta maaf melalui iklan satu halaman penuh di The Wall Street Journal pada Januari lalu dan menawarkan dialog dengan pemimpin komunitas Yahudi di Inggris, upaya tersebut tidak berhasil mengubah keputusan pemerintah Inggris.

Rekam jejak kontroversi yang melibatkan Ye semakin meningkat sejak Grammy Awards 2025, di mana kehadirannya bersama istrinya, Bianca Censori, menjadi sorotan. Ia juga melakukan serangkaian tindakan provokatif di media sosial, termasuk mengungkapkan pujian kepada Adolf Hitler dan rezim Nazi. Yang terbaru, Ye menuai kecaman internasional setelah menjual kaus oblong putih dengan logo swastika, simbol yang erat kaitannya dengan kekejaman di masa lalu.

Sebelum pembatalan festival, Melvin Benn, Direktur Pelaksana Festival Republic, sempat membela Ye dengan alasan kesehatan mental. “Saya telah menyaksikan banyak perilaku tercela yang harus saya maafkan dan saya lanjutkan,” ungkap Melvin. “Jika sebelumnya belum, kini saya telah menjadi seseorang yang mengedepankan pemaafan dan harapan dalam semua aspek kehidupan saya, termasuk pekerjaan.”

Festival Wireless sendiri merupakan salah satu acara musik hip-hop, grime, dan R&B terkemuka di Inggris yang telah diselenggarakan secara rutin sejak tahun 2005. Dengan pembatalan ini, Live Nation selaku promotor festival kini harus memproses pengembalian dana kepada para calon penonton secara besar-besaran.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait