Polisi Australia menyelidiki tuduhan Ruby Rose mengenai pelecehan seksual oleh Katy Perry.
- Jumat, 17 April 2026 - 06:02 WIB
WowKeren - Pihak berwenang Australia kini tengah menyelidiki tuduhan pelecehan seksual yang diajukan oleh Ruby Rose terhadap Katy Perry. Insiden yang diduga terjadi pada tahun 2010 di Melbourne tersebut menarik perhatian publik setelah Rose mengungkapkan klaim ini melalui media sosial.
Kepolisian Victoria mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima laporan dari Ruby Rose, yang sebelumnya dikenal sebagai bintang dalam serial 'Orange is the New Black'. Penyelidikan ini ditangani oleh Tim Investigasi Pelanggaran Seksual dan Pelecehan Anak Melbourne (SOCIT) dan berfokus pada insiden yang diduga berlangsung di kawasan pusat bisnis Melbourne. Namun, pihak kepolisian menolak untuk memberikan komentar lebih lanjut karena proses investigasi masih berlangsung.
Dalam postingan di akun Threads miliknya pada tanggal 13 April, Ruby Rose secara blak-blakan menuduh Katy Perry melakukan pelecehan seksual terhadapnya di klub malam Spice Market di Melbourne saat Rose berusia sekitar 20 tahun. Rose menulis, "Katy Perry melakukan pelecehan seksual terhadap saya di klub malam Spice Market di Melbourne. Siapa yang peduli dengan apa yang dia pikirkan?". Tudingan ini muncul setelah Katy Perry memberikan komentar mengenai penampilan Justin Bieber di festival Coachella.
Ruby Rose kemudian menjelaskan detail dari tuduhan tersebut, menggambarkan bagaimana Perry melakukan tindakan yang sangat tidak pantas. "Dia (Katy Perry) tidak menciumku. Dia melihatku 'bersandar' di pangkuan sahabatku untuk menghindarinya, lalu ia membungkuk, menarik celana dalamnya ke samping, dan menggesekkan vaginanya ke wajahku sampai mataku terbuka lebar dan aku muntah parah sampai nyembur ke dia," ungkap Rose.
Setelah kejadian tersebut, Ruby Rose mengaku merasa terpaksa untuk menutupi insiden itu. "Setelah itu aku muntah sampai kena dia, aku menceritakan kejadian itu di depan umum tetapi mengubahnya menjadi 'cerita lucu saat mabuk' karena aku tidak tahu bagaimana lagi harus menanganinya," tambahnya. Menurut Rose, ia memilih untuk merahasiakannya karena Katy Perry setuju untuk membantunya mendapatkan visa AS.
Rose mengungkapkan bahwa ia membutuhkan hampir dua dekade untuk berani mengungkapkan insiden tersebut secara terbuka. "Sekarang saya berusia 40 tahun. Butuh hampir dua dekade untuk mengatakan ini secara terbuka. Meskipun saya sangat bersyukur telah berhasil melewati masa ini hingga menemukan keberanian saya, ini menunjukkan betapa besar dampak trauma dan pelecehan seksual. Terima kasih telah melihat saya," tuturnya.
Menanggapi tuduhan ini, perwakilan Katy Perry segera membantah klaim Ruby Rose. Dalam pernyataan yang diterima oleh media, mereka menyebutkan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan merupakan kebohongan yang berbahaya. "Tuduhan yang beredar di media sosial oleh Ruby Rose tentang Katy Perry bukan hanya sepenuhnya salah, tetapi juga kebohongan yang berbahaya," ujar perwakilan tersebut. Mereka juga menambahkan bahwa Rose memiliki riwayat membuat tuduhan serius terhadap berbagai individu, yang sering kali dibantah oleh pihak-pihak yang disebutkan.
Kasus ini menjadi sorotan publik, terutama di tengah semakin meningkatnya kesadaran akan isu pelecehan seksual di kalangan selebriti. Ini juga mencerminkan perjuangan banyak korban lainnya untuk bersuara dan mendapatkan keadilan atas pengalaman traumatis yang mereka alami.
(wk/timw)