Indonesia Capai Swasembada Plus, Siap Hadapi El Nino dan Krisis Pangan Global
Instagram/Andi Amran Sulaiman/Instagram
Selebriti

Indonesia telah mencapai swasembada plus dan siap menghadapi tantangan El Nino.

WowKeren - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai status 'swasembada plus'. Pencapaian ini menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi tantangan fenomena iklim El Nino, dengan komoditas pangan utama yang berada dalam kondisi aman.

Dalam keterangan resminya di Jakarta pada 17 April 2026, Amran menyatakan, "Negara ini tidak lagi mengimpor beras medium, artinya kita mencapai swasembada sempurna. Bahkan tahun ini kita sebut swasembada plus. Ini diraih hanya dalam waktu satu tahun, dari rencana awal Presiden yang menargetkan empat tahun."

Amran menjelaskan bahwa swasembada ini merupakan hasil dari kebijakan strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ketahanan pangan dapat tercapai apabila seluruh kebutuhan konsumsi masyarakat dapat dipenuhi sepenuhnya dari hasil petani dan peternak dalam negeri.

Saat ini, bukan hanya beras yang telah swasembada, tetapi juga komoditas pendukung lainnya. Meskipun begitu, beras tetap menjadi tolok ukur utama karena mendominasi lebih dari 50 persen konsumsi harian masyarakat. Amran menambahkan, "Capaian hari ini pangan aman. Selain beras, kita sudah swasembada telur, daging ayam, jagung pakan, bawang merah, hingga cabai. Bahkan untuk minyak goreng, kita menyuplai kebutuhan dunia."


Pemerintah juga optimis berkat lonjakan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog. Hingga pertengahan April 2026, stok beras nasional mencapai 4,8 juta ton. "Alhamdulillah, stok Bulog saat ini 4,8 juta ton. Dalam satu minggu ke depan, kami targetkan mencapai 5 juta ton. Ini adalah capaian tertinggi sepanjang sejarah," ungkap Amran.

Data Bapanas per 16 April mencatat total 4,8 juta ton tersebut terdiri dari 4,78 juta ton CBP dan 19,9 ribu ton stok komersial. Realisasi pengadaan beras dari produksi dalam negeri juga telah mencapai angka 2,04 juta ton.

Keberhasilan sektor pangan dapat dilihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang sejak Juli 2024 telah konsisten terjaga di atas level 120. Puncaknya terjadi pada Desember 2025 dan Februari 2026, di mana indeks NTP mencapai 126,11, angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Berdasarkan proyeksi Neraca Pangan Nasional 2025, Indonesia dipastikan nihil impor untuk sejumlah komoditas utama. Misalnya, untuk beras, produksi diperkirakan mencapai 34,69 juta ton, sedangkan kebutuhan hanya 31,16 juta ton. Untuk daging ayam ras, produksi diperkirakan 4,29 juta ton, dengan kebutuhan 4,12 juta ton. Telur ayam ras dan jagung pakan juga diperkirakan akan surplus.

Amran menutup pernyataannya dengan keyakinan, "Krisis pangan dunia akibat El Nino memang menghantui banyak negara, tapi Indonesia alhamdulillah siap. Kita sudah swasembada karbohidrat dan protein, bahkan sudah pada tahap mampu ekspor."

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait