Temukan komedian Indonesia terkenal yang mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia.
- Selasa, 14 Juli 2026 - 01:33 WIB
WowKeren - Beberapa komedian Indonesia yang kini dikenal luas ternyata memiliki latar belakang pendidikan yang tidak biasa. Mereka adalah lulusan Universitas Indonesia (UI) yang memulai karier di dunia hiburan setelah mendapatkan pengalaman berharga selama masa kuliah. Dari Dono Warkop hingga Temon Templar, berikut adalah deretan komedian yang pernah menempuh pendidikan di UI.
Dono Warkop, atau yang bernama asli Wahjoe Sardono, adalah salah satu anggota legendaris Warkop DKI. Ia lulus dari Program Studi Sosiologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI. Selama kuliah, Dono aktif di Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UI dan sempat menjadi asisten dosen sosiolog terkenal, Selo Soemardjan. Lahir pada tahun 1951, Dono dikenal dengan karakter polosnya yang sering menyelipkan kritik sosial dalam lawakannya. Selain berkarier sebagai komedian, ia juga merupakan dosen dan karikaturis. Sayangnya, Dono meninggal dunia pada tahun 2001.
Kemudian ada Kasino Hadiwibowo, yang juga merupakan anggota Warkop DKI dan lulusan Fakultas Ekonomi UI. Selama masa kuliah, Kasino aktif di Mapala UI dan berprofesi sebagai penyiar radio. Dari aktivitas tersebut, lahir cikal bakal grup Warkop yang kemudian menjadi salah satu kelompok lawak paling legendaris di Indonesia. Kasino, yang lahir di Gombong, Kebumen pada tahun 1950, dikenal karena kemampuan improvisasi dan gaya komedi yang khas. Ia meninggal dunia pada tahun 1997 akibat tumor otak.
Temon, dengan nama asli Simson Rarameha Ngadang, juga mengenyam pendidikan di Fakultas Psikologi UI. Sebelum terkenal sebagai komedian televisi, Temon memulai kariernya sebagai penyiar radio. Nama Temon mulai dikenal luas setelah berduet dengan Abdel Achrian dalam berbagai program komedi televisi. Duet mereka, Abdel & Temon, sempat menjadi salah satu pasangan komedi paling populer di Indonesia.
Dengan pengalaman dan latar belakang pendidikan yang kuat, para komedian ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dapat berkontribusi pada karier mereka di dunia hiburan. Mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi masyarakat melalui karya-karya mereka yang sarat akan pesan sosial.
(wk/timw)