Kontroversi Polri dan Uang Pelicin di Konser Lady GaGa
Musik

Pihak kepolisian disebut-sebut bersedia memberikan ijin apabila ada kesepakatan 'harga' antara mereka dan pihak promotor.

WowKeren - Bak bola api yang terus bergulir, semakin panas dan semakin rumit. Itulah kondisi perijinan konser Lady GaGa yang tengah dihadapi promotor Big Daddy Concert. Belum reda kasus perijinan dari Mabes Polri untuk konser, kini sudah berhembus gosip baru lagi yang berkaitan dengan uang pelicin untuk memudahkan terlaksananya konser Mother Monsters di Jakarta, 3 Juni mendatang.

Seperti yang dilansir Merdeka.com, ada seorang sumber yang menyebutkan terdapat udang di balik batu alias uang pelicin supaya konser bisa digelar. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, mendekati Rp 1 miliar.

"Deal-nya Sabtu sore, setelah tawar menawar panjang disetujui di angka mendekati Rp 1 miliar," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya itu. Sumber tersebut juga menyebut bahwa sejak awal, promotor tidak menggubris penolakan yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI). Pihak promotor yakni Big Daddy tetap mengajukan izin resmi melalui mekanisme dan prosedur yang lazim.

Promotor sempat ingin memindahkan lokasi konser dari Gelora Bung Karno ke kawasan sentul Bogor atau Bandung. Namun rencana ini justru ditolak pihak Lady GaGa. Lady GaGa hanya mau konser di ibu kota. "Promotor kemudian kembali datang kepolisian, dan akhirnya kepolisian mau diajak berunding dengan nilai tawar menawar mendekati Rp 1 miliar itu," kata sumber itu.

Namun kabar itu langsung dibantah Polda Metro Jaya. "Itu tidak benar, itu hanya hoax," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto.

Gosip ini mulai merebak karena pihak kepolisian bersikap plin-plan. Menurut promotor, Polda sebelumnya memberikan izin penjualan tiket. Namun beberapa waktu lalu mereka sempat menolak memberikan ijin konser dan kini kembali melunak lagi.


"Sikap kepolisian sangat aneh, kami diberi izin menjual tiket, tapi konser dilarang. Sudah ada 52 ribu yang membeli tiket, sekarang hampir 60 ribu," ujar pengacara promotor, Minola Sebayang, kepada wartawan usai bertemu dengan Priyo Budi Santoso di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/5).

Tidak lama kemudian, Mabes Polri tiba-tiba mengaku bersedia mengeluarkan izin untuk konser. Mereka akan memberi izin jika pihak penyelenggara konser dapat memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.

"Kita berharap panitia bisa melengkapi aturan tersebut. Silakan dilengkapi persyaratan. Bila perlu, diperlihatkan kepada masyarakat, dengan jaminan bahwa apa yang dikhawatirkan selama ini tidak benar dan itu tidak bermasalah," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Saud Usman.

Namun sikap Polri itu langsung memancing reaksi dari pihak yang kontra terhadap GaGa. Salah satunya adalah Front Pembela Islam (FPI). FPI mengancam akan memblokade setiap jalur masuk menuju Gelora Bung Karno (GBK), jika Polri mengeluarkan izin pelaksanaan konser tersebut.

"Bila Mabes Polri mengeluarkan izin penyelenggaraan konser Lady GaGa, maka FPI Jakarta akan melakukan aksi blokade di sekitar Gelora Bung Karno. Upaya tersebut, bilamana diperlukan akan dilakukan sejak pagi sebelum konser digelar," kata Sekretaris DPD FPI Jakarta, Habib Novel Ba Mu'min, Senin (21/5).

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait