Kak Seto menghimbau agar anak tidak disuguhi lagu-lagu yang bertemakan orang dewasa.
- Tim WowKeren
- Jumat, 08 Juni 2012 - 14:10 WIB
WowKeren - Maraknya lagu anak-anak yang bertemakan tentang lagu orang dewasa seperti perselingkuhan, korupsi hingga terorisme, membuat Psikolog anak, Seto Mulyadi, prihatin. Pria yang akrab disapa Kak Seto ini menghimbau agar anak-anak jangan disuguhi lagu bertemakan orang dewasa.
"Anak-anak jangan disuguhi tema-tema dewasa, seperti terorisme, perselingkuhan maupun korupsi," kata Kak Seto dalam jumpa pers di kediamannya di kawasan Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten (7/6). "Karena anak masih sulit untuk mencerna arti dari kata-kata tersebut, dan itu cenderung menghujat, anak-anak bisa dengan mudah menyerapnya."
Kak Seto enggan menyebut lebih spesifik lagu anak-anak apa saja yang dianggap bertemakan orang dewasa. Termasuk ketika dimintai komentar mengenai kontroversi lagu artis cilik, Afifa Yasin (9), yang berjudul "Pemimpin Idola", yang mencantumkan kata koruptor dalam liriknya.
"Yang penting lagu anak harus bertemakan hal-hal sekitar kehidupan anak," tegasnya. Selain itu, tema lagu anak harus mendukung perkembangan anak dengan menanamkan nilai-nilai positif, seperti kebersihan atau kebanggan atas bangsa.
"Jangan hal-hal menggugat, nanti akan ditiru anak-anak," kata Kak Seto. "Kata-kata jangan terlalu panjang, lagu anak bukan hanya untuk si penyanyi, akan tetapi juga anak-anak yang mendengarkan."
Lagu "Pemimpin Idola" bercerita tentang seorang bocah yang bercita-cita menjadi pemimpin. Dalam lagu tersebut juga disindir mengenai kurangnya ruang terbuka untuk bermain anak, banjir serta korupsi. Berbagai kontroversi pun muncul atas lagi anak berlirik permasalahan sosial tersebut.
(wk/)