Dalam pidatonya Emma mengakui bahwa dia adalah seorang feminis dan mengajak para pria untuk ikut membantu kampanye persamaan gender.
- Tim WowKeren
- Senin, 22 September 2014 - 15:53 WIB
WowKeren - Emma Watson menarik perhatian publik ketika hadir di kantor pusat PBB, Sabtu (20/9). Emma ada di sana untuk memberikan pidato tentang kesetaraan laki-laki dan perempuan dalam peluncuran kampanye "HeForShe" yang menentang perbedaan gender.
"Aku dipilih sebagai duta PBB untuk perempuan 6 bulan yang lalu dan semakin aku berbicara tentang feminis, semakin aku menyadari bahwa berjuang untuk hak-hak perempuan telah disamakan dengan membenci laki-laki," kata Emma. "Jika ada satu hal yang aku tahu pasti adalah pemikiran tersebut harus dihentikan."
"Feminis, secara definisi, adalah keyakinan bahwa laki-laki dan perempuan haruslah seimbang dalam hak dan kesempatan," lanjut Emma. "Ini adalah teori persamaan gender dalam politik, ekonomi dan sosial. Aku mulai mempertanyakan asumsi berdasarkan gender sejak dulu."
Pemeran dalam film "The Perks of Being a Wallflower" ini menceritakan pengalamannya hingga kini menjadi seorang feminis. Emma mengatakan dia pernah disebut bossy ketika berusia 8 tahun karena dia ingin memimpin permainan bersama teman-temannya. Saat melihat teman-teman lelakinya tidak mampu mengungkapkan perasaan mereka di umur 18 tahun, Emma sadar bahwa dia ingin menjadi feminis.
"Perempuan memilih untuk tidak dikenal sebagai feminis," tambahnya. "Tapi tampaknya, aku ada diantara daftar perempuan-perempuan yang memiliki ekspresi terlalu kuat, terlalu agresif, menyendiri dan bahkan anti laki-laki."
Di akhir pidatonya, aktris berusia 24 tahun ini mengajak para laki-laki untuk membantu perubahan. "Untuk para laki-laki, aku akan mengambil kesempatan ini untuk memperluas undangan resmimu," ujar Emma. "Persamaan gender adalah masalahmu juga."
(wk/)