Walikota Surabaya, Tri Rismaharini membongkar pencapaian Kota Pahlawan selama dipimpinnya.
- Tim WowKeren
- Jumat, 12 Agustus 2016 - 12:34 WIB
WowKeren - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memang beberapa kali sempat menuai kontroversi karena ucapannya. Seperti baru-baru ini saat ia menyebut jika Surabaya hanya setara dengan Jakarta Pusat atau Jakarta Selatan.
Pernyataan Ahok ini rupanya membuat Walikota Surabaya, Tri Rismaharini meradang. Ia bahkan menyebut jika Ahok sombong dan merendahkan Kota Pahlawan. Tidak cukup sampai disitu, baru-baru ini Risma juga memamerkan kesuksesan Surabaya sejak dipimpin olehnya.
Antara lain seperti pendidikan gratis dan pelayanan kesehatan gratis. "Kami juga punya dua kantung, satu untuk BPJS dan satunya digunakan sewaktu-waktu jika ada orang yang tidak punya BPJS, 24 jam mobil jenazah dan ambulance stand by," terang Risma.
Tidak hanya itu, Risma juga memamerkan soal program sosial. Surabaya memberi makan lansia dan anak yatim serta merawat anak-anak berkebutuhan khusus dan orang gila. Termasuk memberikan makanan dan pengobatan yang tentunya membutuhkan dana yang cukup banyak.
"Itu nggak murah, dalam satu hari bisa empat orang gila yang masuk, tempat kami juga sering dibuat shooting artis tapi tidak kami tarik biaya," imbuh Risma. "Sementara di sana katanya mbayar, tapi nggak tahu mbayarnya ke siapa, seluruh taman, sekolah dan puskesmas free wifi, RT dan RW kita berikan bantuan free internet, kami punya seribu lebih perpustakaan."
Lebih lanjut, Risma mengaku jika ia berbicara sesuai dengan data dan fakta. Walikota Surabaya ini juga menegaskan dirinya membeberkan hal ini lantaran tak ingin harga diri warga Surabaya diinjak.
"Semua itu harus pakai data, saya tidak biasa jelaskan tidak pakai data, makanya saya tunjukkan, apakah kami hanya seperti Jakarta Selatan, tapi luas wilayah kami itu separuhnya Jakarta, dan saya hanya seorang wali kota," terang Risma. "Sekali lagi ini bukan soal calon pencalonan gubernur, tetapi ini sudah menyangkut harga diri warga Kota Surabaya, maka saya harus menyampaikannya."
(wk/)