Duterte Akhiri Hubungan Filipina-AS, Begini Reaksi Gedung Putih
Dunia

Begini pernyataan tegas Presiden Duterte saat mengakhiri hubungan Filipina dengan AS.

WowKeren - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengumumkan mengakhiri hubungan dengan sekutu lamanya, Amerika Serikat. Hal tersebut ia sampaikan di depan 200 pelaku bisnis Manila dan Beijing di Tiongkok pada Kamis (20/10).

Duterte juga sepakat selesaikan sengketa Laut China Selatan dengan pemerintah Tiongkok melalui perundingan secara damai. "Di tempat ini dengan segala hormat, saat mengumumkan berpisah dengan Amerika Serikat," ungkap Duterte.

"Baik dalam aspek militer, sosial dan juga ekonomi. Amerika telah kalah," tambah Duterte. "Saya sudah menyesuaikan dengan aliran ideologi. Mungkin saya akan pergi ke Rusia untuk berbicara dengan (Presiden Vladimir) Putin dan mengatakan kepadanya bahwa ada kita bertiga untuk melawan dunia. Tiongkok, Filipina dan Rusia. Ini satu-satunya cara."


Menanggapi hal tersebut, pihak AS mengaku belum mendapatkan pernyataan resmi dari Filipina. "Kami belum menerima permintaan resmi dari pejabat Filipina untuk mengubah salah satu dari banyak masalah kerja sama bilateral kita," ungkap jubir Gedung Putih, Eric Schultz, dilansir dari Reuters, Jumat (21/10).

"Aliansi AS-Filipina dibangun dengan sejarah panjang selama 70 tahun," tambah Schultz. "Kami percaya dalam kepentingan keamanan nasional dengan mitra kami, meskipun sekutu itu memiliki hubungan yang kuat dengan Tiongkok (rival AS)."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!