Terbakar, KM Zahro Berkarat dan Terindikasi Langgar Prosedur
Nasional

Begini kondisi KM Zahro yang terbakar di Muara Angke hingga menewaskan 23 orang.

WowKeren - Terbakarnya Kapal Zahro Express dalam perjalanannya menuju Pulau Tidung, Kepulauan Seribu menuai simpati publik. Dalam kejadian itu setidaknya ada 23 korban tewas diantara ratusan penumpang lainnya.

Pihak aparat pun segera diturunkan untuk menangani kejadian ini, termasuk menginvestigasi penyebab kebakaran. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, A. Tonny Budiono mengungkap ada indikasi KM Zahro melanggar sejumlah prosedur.


Salah satunya adalah tentang kelebihan muatan. Tonny menjelaskan KM Zahro diduga menerima tambahan penumpang tanpa mengajukan izin untuk penerbitan SPB (Surat Persetujuan Berlayar). Meski begitu, ia masih belum bisa memastikan apakah kapal itu terbalik karena kelebihan muatan atau tidak.

"SPB mengizinkan 100 penumpang untuk naik ke atas kapal. Namun antara pukul 07.00 sampai 08.00 terjadi penambahan penumpang tanpa sepengetahuan dari tim kami di lapangan," ujar Tonny. "Jadi terjadi kesalahan prosedur. Ini akan kami teliti apakah kesalahan ada di anak buah saya atau di pihak pengelola kapal."

Terkait kebakaran yang terjadi, Tonny menjelaskan jika api cepat membesar karena dekat dengan tangki bahan bakar. "Kalau terjadi rembesan otomatis akan terjadi tetesan bahan bakar dan itu bisa menyebabkan kobaran api. Nanti KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) akan meneliti percikan api dari rembesan atau apa," imbuhnya.

Sementara itu, dari pemberitaan sebelumnya ada saksi yang mengatakan jika ada bagian dari KM Zahro yang tidak terawat dan berkarat. "Waktu itu kebetulan angin kencang dan ombak tinggi. Kebetulan saya datang kesiangan, jadi enggak dapat kursi di dek atas atau bawah. Saya duduk di pinggir kapal. Itu pegangannya sudah koyak karena besi bawahnya karatan. Kalau nyender di sana bisa patah besinya dan kecebur," tutur Ardita dilansir dari Kompas.

You can share this post!

Related Posts
Loading...