Melompat Saat Kapal Terbakar, Nahkoda KM Zahro Ditetapkan Jadi Tersangka
Nasional

Pihak kepolisian mengungkap jika nahkoda KM Zahro melakukan kelalaian berikut...

WowKeren - Terbakarnya KM Zahro pada Minggu (1/1) membawa duka bagi banyak keluarga. Apalagi pada saat insiden nahas itu terjadi, sejumlah penumpang diketahui membawa orang terdekatnya untuk berlibur merayakan tahun baru.

Kebakaran itu membuat puluhan orang tewas, bahkan hingga kini upaya pencarian korban masih dilakukan oleh tim SAR. Pihak aparat sendiri juga melakukan penyelidikan untuk menemukan penyebab dari kejadian itu.


Dari hasil investigasi, pihak kepolisian akhirnya menetapkan nahkoda KM Zahro, Mohammad Nali, sebagai tersangka. Pria berusia 51 tahun ini dinilai lalai hingga membuat kapal itu kelebihan penumpang.

"Setelah dua kali dilakukan gelar perkara, penyidik menetapkan nakhoda kapan sebagai tersangka," ujar Direktur Polair Polda Metro Jaya, Kombes Hero Hendrianto Bachtiar. "Iya, lalainya dia karena berdasarkan bukti manifes yang seratus orang fakta di lapangan penumpangnya lebih dari seratus tetap diberangkatkan. Mestinya karena jabatan dia sebagai nakhoda melihat kejanggalan itu dia jangan dulu diberangkatkan, mestinya dia klarifikasi kepada pihak syahbandar dulu."

Tidak hanya itu, sebelumnya Muhammad Nali juga sempat menuai kecaman publik. Pasalnya ia memilih melompat untuk menyelamatkan diri saat kapal itu tengah terbakar.

Tersangka sendiri dijerat dengan pasal Pasal 302 UU No 17/2008 tentang Pelayaran dengan ancaman 10 tahun penjara. Ia juga dikenai Pasal 117 jo 137 dan atau 303 jo 122 UU No 17/2008 tentang Pelayaran dan atau Pasal 263 KUHP (menggunakan dokumen palsu) dan atau pasal 188 KUHP dan atau pasal 359 KUHP dan atau pasal 360 dan atau pasal 416 KUHP.

You can share this post!

Related Posts
Loading...