KBS menjelaskan alasan tetap memakai sistem pra produksi. Apa?
- Tim WowKeren
- Jumat, 24 Februari 2017 - 12:57 WIB
WowKeren - Tahun lalu sejumlah drama pra produksi menghiasi layar kaca TV Korea. Dimulai oleh "Descendants of the Sun" dan ditutup "Hwarang" yang baru saja tamat pada 21 Februari 2017.
Diantara banyaknya drama para pro produksi, bisa dibilang hanya "Descendants of the Sun" saja yang mencetak sukses. Drama KBS yang dibintangi Song Joong Ki dan Song Hye Kyo ini mencatat rating hingga 40 persen (TNms).
Dua drama pra produksi KBS yang lain yaitu "Uncontrollably Fond" Kim Woo Bin dan Suzy serta "Hwarang" Park Seo Joon cs sama-sama meraup rating pas-pasan. Sama halnya dengan "Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo", drama SBS bertabur bintang mulai Lee Jun Ki, IU hingga Baekhyun EXO.
Meski begitu, tahun ini masih ada sejumlah drama pra produksi yang siap tayang. Seolah tak kapok dengan kegagalan drama-drama sebelumnya. Sebut saja "Man to Man" JTBC, "The King Loves" dan "Ruler" MBC, "My Sassy Girl" dan "While You were Sleeping" SBS serta lainnya.
Bae Kyung Soo yang merupakan CP KBS menjelaskan alasan kenapa sistem pra produksi masih dipakai meski hasilnya tak menjanjikan. Ia justru menyampaikan bahwa sistem tersebut harus tetap digunakan demi kemajuan dunia hiburan Korea.
"Pasar (drama) semakin meluas berkat Hallyu. Untuk menjaganya, kami perlu berpikir bagaimana mengatur struktur drama dan menikmatinya serta bagaimana cara mendapatkan dominasi yang relatif," tuturnya. "Amerika Serikat yang bisa dibilang paling jago dalam konten pasar (serial hiburan), sudah mulai menggunakan sistem pra produksi. Jadi sudah benar kami melakukan hal yang sama jika ingin merambah pasar global."
Dengan kata lain, drama pra produksi memang ditujukan untuk pasar global atau internasional. Jadi tak begitu mengherankan jika konten dari drama pra produksi sering tak cocok dengan selera publik Korea.
(wk/)