Inilah pernyataan dari juru bicara pemerintah Bali yang mengatakan mereka tak akan menutupi patung telanjang.
- Tim WowKeren
- Kamis, 09 Maret 2017 - 10:05 WIB
WowKeren - Pemerintah Bali menyatakan tidak akan menutupi patung-patung dewa dan wanita setengah telanjang saat kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud bulan Maret ini. "Kami tetap membiarkan patung-patung itu sebagaimana adanya, kami tidak perlu menutupi apa-apa karena itu adalah budaya kami," kata juru bicara pemerintah Bali Dewa Mahendra.
Pemerintah Bali mengaku belum menerima permintaan dari Raja Salman untuk menutupi atau menyembunyikan patung-patung tersebut. Dewa mengatakan, mereka lebih memastikan keselamatan Raja Salman ketimbang menutup patung-patung.
Menurut Dewa, patung itu adalah produk budaya setempat dan merupakan bagian dari seni. Padahal sebelumnya, saat Raja Salman mengunjungi Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, pemerintah menutupi patung bugil yang terpajang di sana dengan kain dan menempatkan beberapa tanaman di sekitar patung.
Beberapa tempat yang dikunjungi pemimpin atau raja Islam juga biasanya menyembunyikan patung telanjang. Tahun lalu, sebuah museum di Roma menutupi patung telanjang klasik dalam karton kayu pada saat kunjungan Presiden Iran Hassan Rouhani. Hal itu dilakukan sebagai penghormatan untuk raja Muslim itu. Sebab agama Islam yang dianut Raja Saudi melarang penciptaan gambar makhluk hidup seperti patung perempuan dan penyembahan berhala. Apalagi yang wujudnya telanjang.
Untuk diketahui, Raja Salman dan lebih dari seribu rombongannya akan menikmati liburan selama di Bali setelah kunjungan kenegaraan di Jakara. Raja Saudi itu bahkan memperpanjang kunjungan selama tiga hari dari sebelumnya hingga 9 Maret, menjadi sampai 12 Maret 2017.
(wk/)