Ini klarifikasi dari Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Kanwil Kemenkum HAM Jatim, Harun Sulianto, atas rumor pejabat nikmati tarian bugil di Inul Vizta.
- Tim WowKeren
- Rabu, 19 Juli 2017 - 11:26 WIB
WowKeren - Penggerebekan di tempat karaoke milik Inul Daratista di Kediri masih jadi sorotan. Pasalnya tak cuma penari striptis dan manajer, polisi juga dikabarkan mengamankan pejabat yang menjadi pelanggan di Inul Vizta Kediri itu.
Menurut informasi awal, dua penikmat tarian syahwat yang sempat diamankan itu adalah pejabat lapas di wilayah Jatim. Awak media sempat heboh mengabarkan hal itu.
Namun kabar burung itu langsung disangkal. Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Kanwil Kemenkum HAM Jatim, Harun Sulianto, membantah kalau ada oknum pejabat lapas yang diamankan bersama penari bugil. Ia mengaku sudah menanyai Polda Jatim soal rumor tersebut.
"Kabar Kalapas Blitar digerebek tidak benar. Saya sudah telepon Kalapas Blitar, beliau dari kemarin dinas di Jakarta. Kepala Rupbasan juga dinas di Bandung. Jadi, kabar itu tidak benar," tandas Harun Sulianto seperti dikutip dari Tribun News. "Tidak ada PNS yang digerebek. Bisa saja mantan napi di Blitar mengaku sebagai Kalapas. Yang jelas keduanya berada di Jakarta."
Sebelumnya, Karaoke Inul Vista Jalan Hayam Wuruk, Kediri, digerebek Subdit Renakta Ditreskmum Polda Jatim, Kamis (14/7). Dalam penggerebekan itu, 10 orang dibawa ke mapolda karena ditengarai terlibat praktik perkara prostitusi/pornografi.
Empat penari striptis yag diamankan yakni, Popy (32), Wida (31), Rosa (23), Echa (26). Selain itu, Dewi, kasir, Aldi waitress, Supri, sekuriti, Ilham selaku manager dan dua tamu Alfian dan Adi di room 2 juga diamankan. Terkait kasus tersebut, Manajer tempat karaoke Inul itu sudah ditetapkan sebagai tersangka lantaran menyediakan layanan penari bugil bertarif hingga Rp 1 juta.
(wk/)