Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara, Buni Yani Ucapkan Kalimat Ini
Nasional

Tak terima dengan putusan hakim, Buni Yani bersumpah bahwa ia tidak bersalah atas kasus video Ahok.

WowKeren - Hakim menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan penjara kepada Buni Yani atas kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pada pengadilan tingkat pertama. Meski dijatuhi hukuman penjara, majelis hakim memutuskan untuk tak menyertai perintah penahanan kepada Buni.

Melalui putusannya, majelis hakim menilai bahwa video Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diunggah di akun Facebook Buni adalah tanpa seizin Diskominfomas Pemprov DKI. Adapun video tersebut berupa potongan video pidato Ahok di Kepulauan Seribu yang sebelumnya sudah diunggah secara lengkap di akun Youtube Pemprov DKI Jakarta pada 27 September 2016. Atas dasar tersebut, Buni dinyatakan bersalah.

"Menyatakan terdakwa Buni Yani terbukti secara sah bersalah melakukan mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik," kata hakim melalui persidangan di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Bandung, Selasa (14/11). "Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa dapat menimbulkan keresahan terhadap umat beragama, tidak menyesali perbuatan, terdakwa dosen politik seharusnya menunjukkan perilaku yang dapat tauladan panutan di lingkungan kerja, terdakwa tidak mengakui kesalahan."

Usai vonis dijatuhkan, suasana pengadilan menjadi riuh. Pasalnya, Buni berteriak seakan ia tak terima dengan putusan hakim tersebut.

"Allahu Akbar! Allahu Akbar!" teriak Buni sambil mengepalkan tangan. "Revolusi! Revolusi! Revolusi!"

Tak hanya itu, usai proses persidangan, Buni yang telah disambut massa menaiki mobil komando dan melakukan orasi. Sambil dipayungi oleh massa, Buni mengatakan dirinya tidak akan berhenti berjuang. Buni juga menilai bahwa ia merasa telah dikriminalisasi.

"Kita tidak akan berhenti menemukan perjuangan dan keadilan," ucap Buni. "Ini sudah kriminalisasi semua."

Buni rencananya akan mengajukan banding karena tidak terima atas vonis tersebut. Selain itu, kuasa hukum Buni, Aldwin Rahadian, akan melaporkan majelis hakim ke Komisi Yudisial (YK). Pasalnya, menurut Aldwin, vonis hakim kepada Buni tidak didasari fakta persidangan.

"Saya akan laporkan hakim ke Komisi Yudisial," kata Aldwin. "Lusa Insya Allah."

Sebelum persidangan, Buni sempat bersumpah dan mengatakan ke hakim bahwa dirinya yakin tak bersalah. Buni menyebutkan dirinya tidak melakukan pemotongan video Ahok yang sempat viral beberapa waktu lalu.

"Dalam sidang ini, Yang Mulia, saya berulang kali sumpah tidak potong video," ujar Buni sebelum persidangan dimulai. "Jika saya dihukum karena potong video, yang fitnah saya dan putus saya potong video kelak akan dilaknat Allah."

Loading...

You can share this post!

Related Posts